Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/55

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Dalam pada itu Madjelis Umum P.B.B. tidak tinggal diam dan pada tanggal 2-11-'56 telah mengeluarkan perintahnja untuk mengadakan pemberhentian tembak-menembak.

Pada tanggal 7 Nopember 1956 Inggris dengan resmi memberi tahukan kepada P.B.B. bahwa ia menerima suatu gentjatan sendjata. Kepada pasukan Inggris dan Perantjis di Timur-Tengah akan diperintahkan untuk memberhentikan tembak-menembak, tetapi sementara itu pasukan Inggris-Perantjis terus bergerak dan berhasil menguasai Port-Said dan beberapa tempat di Port-Fuad dan Ismailia.

Selain itu Israel djuga memberitahukan kepada P.B.B. pada hari Selasa malam tanggal 6-11-'56 bahwa Israel menerima baik tanpa sjarat seruan madjelis umum P.B.B. dan menjatakan pula, bahwa pertempuran Israel — Mesir sudah diachiri sedjak hari Senin pagi tanggal 5-11-'56. Demikianlah djalannja pertempuran di Mesir sampai saat adanja seruan pemberhentian tembak-menembak dari Madjelis Umum P.B.B., pada tanggal 7-11-'56.

Inggris-Perantjis didalam usahanja untuk mentjapai maksudnja masing-masing tidak segan-segan untuk mendjalankan agressinja dan mengingkari ketentuan-ketentuan jang terdapat dalam piagam P.B.B. Inggris-Perantjis dan Israel setelah berhasil menduduki tempat-tempat jang penting baru menjatakan mau menerima seruan gentjatan sendjata dari P.B.B. Dengan tindakan militer itu Inggris-Perantjis sebenarnja mengharapkan supaja ada pemberontakan terhadap regiem Nasser. Dari penggantinja mereka mengharapkan adanja sikap jang lunak terhadap masalah Suez, dan sedia menerima internasionalisasi terusan itu. Sebaliknja Israel tentu mengharapkan upah dari djerih pajahnja jakni Gaza, kebebasan pelajaran diterusan Suez, dan keamanan pelajaran diteluk Aqaba.

Para pembatja jang kritis setelah mengikuti djalannja operasi militer Israel di Gaza dan Sinai, jang dalam waktu 7 hari telah dapat menguasai daerah itu sepenuhnja tentu akan menanjakan bagaimana hal itu dapat terdjadi. Padahal persendjataan Mesir dengan adanja pembelian sendjata ke Blok Rusia adalah kuat sekali. Sebagai tambahan pengetahuan perlulah kiranja kita mengetahui sekedar persendjataan dari kedua belah pihak.

51