Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/53

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Duta-duta Amerika Serikat, India, Rusia, Yugoslavia, dan Indonesia agar segera diteruskan kepada pemerintahnja masing-masing. Dengan adanja ultimatum itu maka sekarang Mesir menghadapi dua front, jakni front Sinai untuk menahan pasukan-pasukan penjerbu Israel dan front Suez di Port Said, Ismailia, Port Fuad, untuk menangkis pendaratan pasukan-pasukan Inggris-Perantjis.

Pada tanggal 31 Oktober djam 6 sore Inggris mulai serangan-serangan udaranja, sedangkan pasukan-pasukan daratnja mulai diangkut dari Cyprus dengan kapal-kapal perang.

Berhubung dengan serangan-serangan Inggris-Perantjis dan penarikan pasukan-pasukan Mesir dari sektor padang pasir Sinai kedaerah terusan Suez untuk mempertahankan terusan ini dari serbuan lnggris-Perantjis, maka kedudukan Israel difront Sinai mendjadi kuat.

Pasukan-pasukan pelopor Israel jang menjerbu mula-mula mendapat pukulan hebat dari pasukan-pasukan berani mati Mesir, sekarang mengalami kemadjuan dengan tjepat diseluruh front Sinai.

Pada tanggal 4 Nopember 1956 satuan-satuan pasukan Israel telah mentjapai garis ultimatum Inggris-Perantjis jang 10 mil djaraknja dari terusan Suez. Selain itu Israel telah berhasil dengan sempurna untuk menurunkan pasukan-pasukan pajungnja jang kemudian merupakan daerah ,,kantong-kantong"nja sepandjang semenandjung Sinai, dimana pasukan-pasukan Mesir jang telah bertjerai-berai itu tetap memberikan perlawanan terhadap pasukan Israel. Pulau-pulau Tiran dan Senabahir jang terletak disebelah Barat Daja Artur direbutnja pula. Dari pulau-pulau inilah meriam-meriam Mesir menembaki kapal-kapal Israel jang bergerak melalui teluk Aqaba menudju kepelabuhan Eilath. Dengan djatuhnja pulau itu maka keamanan pelajaran diteluk Aqaba bagi Israel dapat terdjamin. Pada hari berikutnja Villa Artur ditepi Barat gurun Sinai diduduki tentara Israel. Dengan demikian maka sekarang Israel berhasil menduduki sepenuhnja semenandjung Sinai.

Pasukan-pasukan Israel boleh dikata hampir tidak mendjumpai perlawanan jang kuat, karena sebenarnja induk pasukan Mesir telah diperintahkan Nasser supaja ditarik kedaerah terusan Suez untuk mempertahankan daerah itu terhadap pasukan-pasukan penjerbu lnggris-Perantjis. Dengan demikian jang tinggal di Sinai kebanjakan hanja pasukan-pasukan Fedajeen sadja dengan dibantu oleh beberapa

49