Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/52

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


b. Mesir selalu mengantjam akan menghantjurkan Israel.
c. Mesir tetap melarang kapal-kapal Israel melalui Suez dan menahan kapal-kapal itu apabila melalui terusan tersebut.
d. Mesir mendjalankan boikot ekonorni terhadap Israel.
e. Mesir memelopori perdjandjian tentang kesatuan komando militer tiga negara jang merupakan antjaman terhadap kemerdekaan Israel.

Mendjelang tanggal 29 Oktober 1956, Israel telah mendjalankan Mobilisasi umum setjara sepihak, dan memusatkan pasukan-pasukannja serta batalion-batalion tjadangannja disepandjang garis Demarkasi, siap untuk mendjalankan operasi Militer kewilajah Mesir. Melihat adanja persiapan-persiapan itu, Presiden Eisenhower dari Amerika Serikat lalu menjampaikan pesan kepada Perdana Menteri Ben Gurion untuk mentjegah tindakan-tindakan jang dapat membahajakan perdamaian. Tetapi rupa-rupanja pesan itu tidak didengarkan lagi dan Israel tetap akan mendjalankan rentjana-rentjananja jang semula. Pada tanggal 29 Oktober pasukan-pasukan Israel melintasi garis Demarkasi memasuki daerah Mesir dipadang pasir Sinai, menjerang kota Kuntilla dan daerah Ras-el-Nakeb.

Dengan adanja serangan Israel jang dengan tjepat mendjalankan operasinja untuk membuka djalan menudju Suez, maka Menteri Luar Negeri Perantjis Christian Pineau, terbang ke London untuk membitjarakan situasi Timur Tengah dengan Anthony Eden. Pada tanggal 30 Oktober 1956, mengeluarkan ultimatum kepada Mesir dan Israel jang menuntut:

a. Pertempuran dan segala gerakan tentara baik dilautan maupun didarat supaja segera dihentikan.
b. Kedua pasukan supaja ditarik 10 mil djauhnja dari terusan Suez.
c. Djawaban terhadap ultimatum itu harus diberikan dalam waktu 12 djam.
d. Apabila ultimatum itu tidak dipenuhi maka Inggris-Perantjis akan bertindak menduduki Port-Said, Ismailia dan Suez.

Ultimatum itu dikeluarkan pada tanggal 30 Oktober djam 18.00 (waktu Cairo) dan berlaku untuk 12 djam, djadi habis berlakunja ultimatum tersebut tanggal 31 Oktober djam 6.00.

Malam itu djuga Mesir menjatakan menolak ultimatum Inggris-Perantjis. Djawaban penolakan tersebut djuga disampaikan kepada

48