Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/45

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Menteri Luar Negeri Roeslan Abdulgani menjatakan didalam konperensi persnja di Wina, bahwa beliau merasa pessimistis tentang rentjana pembentukan Perhimpunan Pemakai Terusan Suez.

Konperensi London ke-11 berachir, meskipun pembentukan Perhimpunan Pemakai Terusan Suez belum dapat direalisasikan.

Pada tanggal 22 September 1956 Inggris dengan resmi telah menjampaikan undangan kepada 17 negara pengikut Konperensi London ke-11 supaja hadir dalam konperensi jang akan diadakan pada tanggal 1 Oktober 1956 di London. Konperensi 1 Oktober 1956 dimaksudkan untuk membentuk organisasi jang direntjanakan 3 Besar Barat.

Kalau dalam Konperensi London ke-II djumlah jang hadir ada 18 negara, maka dalam konperensi London 1 Oktober 1956 hanja 15 negara, termasuk 3 Besar Barat. Tiga negara jang lain datang sebagai penindjau. Mereka datang untuk meresmikan pembentukan ,,Himpunan Pemakai Terusan Suez".

Ikatan Pemakai Terusan Suez itu kemudian terdiri dari 15 negara anggauta. Panitya Pelaksananja terdiri dari 7 negara, kemungkinan besar ialah Inggris, Perantjis, Amerika, Norwegia, Iran, Italia dan ketudjuh mungkin salah satu diantara ketiga penindjau jakni Ethiopia, Djepang dan Pakistan, apabila diantara mereka ada jang memutuskan untuk menggabungkan diri dengan Perhimpunan.

Perhimpunan Pemakai Terusan Suez mempunjai 3 organ jakni:

1. Sebuah Dewan 2. Panitya Pelaksana 3. Seorang administrator.

Dalam perkembangan selandjutnja kita telah menjaksikan, bahwa organisasi tjiptaan Barat tersebut telah mengalami keguguran sebelum Iahir. Belum pernalh ada kapal-kapal Perhimpunan jang mentjoba melewati terusan menurut rentjana jang semula ditjitatji takan.

D. Masalah Suez di Dewan Keamanan

Sebelum Dewan, Keamanan P.B.B. membitjarakan masalah Suez, Inggris telah berusaha menjesuaikan politiknja dengan Amerika Serikat mengenai terusan Suez.

42