Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/42

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Presiden melakukan peranannja dengan penuh kepertjajaan, hal mana karena kuatnja kedudukan Nasser jang antara lain disebabkan oleh:

a. Perpetjahan dinegara-negara Barat sendiri, umpamanja:

— Pembesar-pembesar di Amerika Serikat tetap berusaha menjelesaikan rnasalah Suez dengan djalan damai, walaupun rentjana Dulles gagal.

— Pertentangan paham di Inggris sendiri. Partai Buruh menentang digunakannja kekerasan sendjata.

b. Mesir mendapat sokongan dari negara-negara Asia-Afrika. Untuk pentama kali dalam sedjarah bangsa-bangsa Arab terdjadi pemogokan total diseluruh dunia Arab jakni pada hari pembukaan Konperensi London I tanggal: 16-8-1956.

c. Pidato Kruchov jang menjatakan, bahwa negara-negara Arab tidak akan berdiri sendiri apabila timbul perang.

Dalam menolak rentjana Dulles, Nasser menawarkan rentjana sendiri tentang sistim pengawasan dikemudian hari terhadap terusan Suez. Antara lain rentjana itu ialah sebuah pendapat, supaja diadakan Konperensi jang lebih luas antara negara-negara penanda-tangan Konvensi 1888 serta negara-negara pemakai terusan Suez lainnja.

Konperensi jang demikian itu akan menindjau kembali konvensi 1888 dan memungkinkan ditanda-tanganinja persetudjuan antara semua pemerintah negara-negara tersebut jang akan menegaskan terdjaminnja kebebasan pelajaran diterusan Suez.

Nasser menjatakan bahwa Politik Mesir didasarkan atas:

a. Kebebasan pelajaran melalui terusan Suez, tanpa diskriminasi.

b. Pengembangan terusan Suez guna memenuhi kebutuhan dihari depan.

c. Penetapan beaja transit jang adil.

d. Efficienci tehnis dalam pengusahaan terusan Suez.

Dalam surat Nasser jang terdiri dari 2500 kata jang disampaikan kepada Panitya Lima Negara pada hari achir perundingan, antara lain dinjatakan:

a. Nasionalisasi tidak dapat diganggu-gugat dan tidak dapat diketemukan dimana dan kapan Mesir melanggar kewadjiban-kewadjiban internasional.

39