Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/161

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

TJERITA 24 DJAM HIDUP DI KAMP EL THEMED.

Bersjukurlah kalau bisa mandi sekali dalam dua minggu.

Anggota-anggota Pasukan Norwegia beladjar volley-ball dari,,anak-anak Garuda"

Siapa itu ,,Kolonel Simpoleon"?, tanja seorang dokter Norwegia.


Pembatja jang budiman.

Masih banjak jang dapat kita lihat dan kita tjeritakan mengenai El Themed ini. ·Marilah kita ikuti, apa sadja jang dikerdjakan selama 24 djam itu oleh ,,penduduk" El Themed ini.

Pada umumnja mereka bangun sangat siang. Ada jang djam 07.00 bahkan ada jang dam 08.00. Orang-orang Norwegia bangun djam 08.30. Tjuatja telah sangat terang, tetapi udara masih sangat dingin. Malas djadi untuk bangun pagi-pagi. Atau sekalipun sudah bangun, masih menetap sadja di veldbed, tertutup rapat dengan 3 buah selimut wol. Memang disini orang tidak ambil pusing, djam berapa kita bangun, sebab masing-masing telah ada kewadjiban tertentu sendiri-sendiri. Mengenai haripun, tak seorang djua tahu hari apa hari ini. Sebab kehidupan jah begitu-begitu sadja. Tak ada bedanja, hari satu dengan hari jang lain. Sedang dibuku harian hanja ditjatat tanggalnja sadja. Seakan-akan nama hari telah tak berguna lagi untuk masjarakat terpentjil ini.

Baiklah kita sekarang tjutji muka. Djangan mengharapkan mandi disini. Selain terlalu dingin djuga airnja tak mentjukupi. Bila kita sempat mandi sekali dalam dua minggu, untunglah sudah itu. Banjak tergantung ,,kantong air", dimana kita dapat tjutji muka dan tjutji mulut. Kantong-kantong air ini sangat praktis, seperti drum-drum kain jang digantungkan, dimana terdapat kraankraan untuk mengetap air.

Kawan-kawan umumnja melakukan ,,warming up" sendiri-sendiri, lalu menudju depan dapur, dimana telah tersedia roti dengan mentega, kedju dan jam serta kopi susu. Djam berapa orang-orang dapur mereka teman-teman peradjurit sendiri mengaturnja, kita tak memperdulikan. ltu urusan mereka, kita tinggal menghabiskan.

Lalu sebagian besar kawan-kawan menudju truck isi bahan-bahan, jang mengangkut kita kernarin, Ada jang lalu menurunkan bensin dan kerosin, dibawanja ke ,,gudang perminjakan", suatu tempat dengan tulisan ,,no smoking" dan .danger". Semua ditjatatnja dan sebentar lagi datang kendaraan-kendaraan Canada dan Norwegia untuk meminta bensin disini.

157