Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/157

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


MASALAH BAHASA DJADI PERSOALAN SULIT.

– Peradjurit-peradjurit Canada, Norwegia dan lain-lain, sudah bisa bilang ,,Selamat pagi".

– Kalau andjing padang pasir menjalak dimalam hari, bulu tengkuk berdiri .......................

– Randjau-randjau masih banjak tersebar.

Saja sambung lagi tjerita saja mengenai checkpost El Thisa –– El Nakhl. Djadi pos ini berada ditengah-tengah padang pasir. Hanja terdiri dari dua tenda. Jang satu untuk anggauta-anggauta jang djaga, jang lain untuk pesawat dan anggauta perhubungan. Bajangkan hanja dua tenda ditengah-tengah padang pasir. Kemana mata memandang, pasir melulu. Sudah barang tentu angin dan dinginnja bukan main. Terutama dalam Minggu jang lalu ini.

Andjing-andjing padang pasir menjeramkan.

Pada malam hari banjak andjing-andjing padang pasir berkeliaran. Biasanja dalam djumlah jang besar. Bentuknja bagus, besar dan bulunja pandjang. Bila lapar, mereka berani djuga menjerang manusia. Tetapi, sementara waktu ini, kita tidak perlu chawatir diserang mereka, 2––3 bulan lagipun tidak akan mereka kelaparan! Hanja kalau menggonggong, kadang-kadang rasanja seperti menusuk-nusuk hati. Apalagi djika sedang djaga bertiga pada malam hari, kantuk-kantuk sedikit, lalu dengar andjing-andjing itu sajup-sajup melolong, ach sungguh dapat berdiri bulu tengkuk. Dan jang tidurpun nggak dapat tenteram.

Bagaimana bisa tenteram, dipadang seluas itu, hanja kita satu regu. Dan gelap, serta sunjinja padang pasir sungguh menakutkan ditambah pula dengan anginnja jang sangat keras. Sekalipun kita jakin dan pertjaja, bahwa kita disini tidak akan diserang siapapun djuga, toch lebih suka berada ditengah-tengah kawan di Camp Shandura. Lebih suka lagi berada dirumah sendiri bersarna anak dan isteri!

Apa jang saja lihat dan dengar dibioscoop sadja selarna ini kita alami sekarang. Belum pernah saja mendengar angin bersuit-suit seperti itu. Orang berdiri biasa sadja hampir tak tertahankan. Malah sebuah tenda di El Themed bahkan terangkat oleh angin pada suatu malam hari buta. Belum lagi kalau bertjampur pasir. Untungnja belakangan ini kita diperlengkapi dengan katja mata padang pasir. Dan barang itu banjak menolong.

Tentang makan dan minum, seperti telah saja tulis dalam surat saia jang lalu, dikirim dari basis. Sekali kirim untuk 24 djam. Djadi djangan mengharap-

153