Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/139

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


pesawat. Esok harinja tanggal 4 Djanuari 1957 djam 12.00 kita telah berangkat dari Beyruth Air Port dengan pesawat Flying Boxar dari Canadian Air Force menudju Abu Suweir, dan tiba disana pada djam 14.00. Mulai saat itu kita telah mengindjak bumi Mesir jang kita tudju.

Mulai di Bangkok sampai Abu Suweir rombongan kita selalu didjemput oleh Perwakilan dan Atache Militer kita di Negara-negara tersebut, terketjuali di Dahran karena letaknja terlalu djauh. Dahran ini agaknja memang merupakan pangkalan Amerika di Timur Tengah jang penting, kalau kami lihat pesawat-pesawat U.S.A. dan kekuasaannja disitu. Karena tidak ada jang mendjemput, di Dahran kita dipersilahkan oleh seorang Kapten Amerika untuk makan siang dan didjamu dimessnja.

Mulai di Dahran sudah terasa dinginnja, terlebih di Libanon dan Mesir, karena waktu ini musim dingin. Perhubungan kita dengan crew-members dari Plane mulai Djakarta dan sesampainja ditempat adalah baik sekali dan menjenangkan, servicenjapun memuaskan. Dari Beyruth ke Abu Suweir semua penumpang diwadjibkan mengenakan zwemvest dan parachuute, karena melintasi Laut Tengah dan diatas daerah Israel.

Sesampainja di Abu Suweir, rombongan kita untuk sementara waktu ditempatkan di UNEF doorgangskamp disekitar lapangan terbang. Semendjak saat itu kita telah berada dalam hubungan internasional, karena disitu telah banjak kesatuan-kesatuan dari lain Negara dan Staf UNEF sendiri, seperti dari Kanada, Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark, India dan sebagainja.

Perhubungan kita dengan mereka, termasuk orang-orang Mesir mempergunakan bahasa Inggris, walaupun untuk kami sendiri masih sering ,,keseleo". Tetapi ingat akan pesan Panglima kita, djuga dari Presiden agar djangan sampai ada perasaan minderwaardig, walaupun dengan bahasa Inggris jang sederhana, kami lajani pula mereka itu.

Betul djuga, tidak semua opsir-opsir dari Negara-negara lain itu berbahasa Inggris, bahkan dari kita semuanja lebih banjak jang dapat. Tetapi jang kadang-kadang mendjemukan ialah kalau berbitjara dengan mereka jang memang itu bahasanja, seperti dengan Kanada misalnja. Dianggapnja berbitjara dengan temannja sekampung. Suatu keuntungan jang kedua, ada kesempatan memahami dan memperdalam bahasa Inggris dalam praktek. Keuntungan jang pertama ialah dapat mengenal, mengetahui dan pengalaman-pengalaman seperti tjerita tersebut diatas.

Di Abu Suweir, kita mendapatkan pelajanan jang tjukup baik. Menurut peraturan disini djuga lazimnja dalam ketentaraan Barat, ada pembedaan untuk Peradjurit, untuk Bintara dan Bawahan, jang biasanja tidak terdapat pada T.N.I. kita, misalnja sadja: tempat makan, cantine, kamar mandi dan sebagainja disediakan tersendiri. Mengenai makanannja tidak pernah kita bertemu dengan nasi. Makanan Barat jang disediakan, tetapi sang perut lama-kelamaan ja biasa sadja. Disini perlu sekali etiquete makan kita perhatikan, terlebih bagi

135