Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/125

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


situasi di Timur Tengah dengan djalan merusak keseimbangan kekuatan didaerah itu untuk mentjapai tudjuan-tudjuan politiknja, Sebaliknja Rusia mendjawab, bahwa kekeruhan di Timur Tengah djustru disebabkan oleh tjampur tangan Barat didaerah itu. Uni Soviet selandjutnja menundjuk antara lain kegiatan-kegiatan fihak Barat di Iran, dimana negeri itu achirnja diseret dalam Pakt Bagdad.

Usaha Barat untuk menghentikan pelaksanaan pembelian sendjata dari Tjekoslovakia antara lain dengan djalan djandji akan memberikan bantuan kepada Mesir dalam usahanja membangun bendungan Aswan. Amerika dan Inggris dalam bulan Desember 1955 mendjandjikan akan memberi bantuan uang sebesar 70 djuta dollar sebagai djangka permulaan, Kemudian dari Bank Dunia didjandjikan pula sebesar 200 djuta dollar. Untuk mengimbangi Arnerika-Inggris, Rusia kemudian menawarkan kesediaannja untuk membantu pembiajaan kira-kira sepertiganja serta menjanggupi pemberian bantuan tehnik dan ekonomi.

Dengan demikian, maka usaha negara-negara Barat untuk menarik Mesir dengan djandji bantuan itu gagal sama sekali. Achirnja Amerika menuduh Nasser mendjalankan politik netral bermuka dua dan tjondong ke Blok Timur. Sebagai tindakan jang menghukum politik Nasser jang bermuka dua, maka dibatalkan djandji bantuan bendungan Aswan oleh Amerika jang segera disusul pula oleh sekutunja, Inggris. Seperti telah kita ketahui dalam surat-surat kabar, maka sebagai balasan Nasser dengan mengambil tindakan menasionalisasi Kongsi Terusan Suez, dimana sebagian besar andilnja dimiliki Inggris dan beberapa dimiliki Perantjis. Dengan demikian timbullah perselisihan antara Mesir dengan lnggris-Perantjis. Inggris-Perantjis menghendaki agar Suez ditempatkan dalam Badan Internasional jang kemudian akan mendjalankan exploitasinja atas terusan Suez.

Dengan timbulnja masalah Suez, Israel melihat adanja kesempatan jang baik sekali untuk memukul Mesir: terutama ia mengingini daerah Gaza serta adanja djaminan kebebasan pelajaran di terusan Suez dan keamanan pelajaran di Teluk Aqaba. Itulah apa sebabnja Israel dapat digunakan sebagai alat oleh Inggris dan Perantjis untuk melantjarkan serangannja terhadap Mesir, supaja kedua negara itu sempat menduduki kembali terusan Suez dan menginternasionalisasikannja.

121