Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/106

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


masih menunggu-nunggu waktu dan mengharapkan bilamana mereka dapat kembali kekampung halamannja jang mereka tinggalkan di Palestina.

Masalah pengungsian langsung menjangkut masalah keamanan karena para pengungsi jang tinggal diperbatasan itu tidak sabar lagi untuk menanti-nanti lebih lama, dan sering mereka mengadakan serangan-serangan tersembunji terhadap orang-orang Jahudi.

Pula Pasukan Berani Mati Mesir Fedajeen jang tersebar diperbatasan-perbatasan, sering menjamar sebagai pengungsi menjusup keperkampungan orang Jahudi untuk mengadakan serangan-serangan.

Selandjutnja masalah jang terachir ialah masalah ekonomi jang menjangkut masalah air. Waktu berkobarnja pertempuran tahun 1948, Legiun Jordania dapat melintasi sungai Jordan dan menduduki daerah Palestina. Setelah gentjatan sendjata, daerah itu tetap dikuasai Jordan. Dengan hilangnja wilajah Palestina disepandjang sungai Jordan, maka daerah Israel mendjadi sempit dan tinggal disepandjang pantai Laut Tengah. Israel dengan makin tambahnja imigran Jahudi, membutuhkan perluasan daerah pertanian. Karenanja ia harus berusaha menguasai gurun pasir Negev jang letaknja disemenandjung Sinai, berbatasan dengan Mesir. Untuk dapat memperluas tanah pertanian dan memperkembangkan perekonomiannja akan besar artinja baginja apabila Gaza (daerah Mesir) dapat berada ditangannja. Pula usaha untuk memperluas tanah pertanian kegurun Negev, hanja dapat dilaksanakan apabila ada air. Israel lalu menjusun projek pengairan gurun Negev. Untuk keperluan projek itu, airnja hanja dapat diambil dari Laut Mati. Jordania merasa keberatan karena apabila air diambil dari Laut Mati, dengan sendirinja Sungai Jordan akan kekurangan air.

3. Pertikaian Politik Negara-negara Arab.

Demikianlah beberapa masalah pokok jang menjulitkan tertjapainja perdamaian antara negara-negara Arab dengan Israel, sehingga sering pertentangan Arab-Israel dinamakan pertentangan jang Abadi. Disamping pertentangan Arab-Israel, ada pula pertentangan politik (kedalam) diantara negara-negara Arab sendiri, pertentangan mana jang menjebabkan bangsa Jahudi dapat memperoleh keuntungan besar dalam perdjuangannja mendirikan negara Israel sendiri. Dalam hal

102