GAGAL
II
Doenia ini jang kotor penoe dengen segala kedjahalan.
Doenia ada palsoe dari apa jang saben hari kliatan,
Jang berhati binatang, lebi-lebi dari semoea setan,
Menganianja sesamanja hingga roeboe dalem kamelaratan,
Dan achirnja doenia djadi kedoengnja segala keparalan.
Doea poeloe delapan taoen jang laloe, pada wak toe 'ntjim dan wak masi moeda, dan si-anak anak belon terlahir, Ling Ping soeda beroesia 26 taoen dan ada berkerdja sebagi satoe koeasa dari satoe firma besar. Ia ada anak dari satoe familie miskin, jang giat dalem peladjaran, dan radjin dalem pakerdjaan.
Ong King Tjoe, jang poenja itoe firma besar ada saorang toea jang djoedjoer dan baek. Ini orang toea ada begitoe djoedjoer, hingga kaloe ia idoep didjeman blakang, barangkali orang orang jang tjoerang nanti ketawa besar.
Ong King Tjoe ada mempoenjai berapa anak lelaki dan satoe anak prempoean. Maskipoen tida terlaloe eilok Soan Nio, toch ia ada poenja apa apa jang menarik dari apa jang dinamaken „Item-item-manggis", manggis ada manis.
Pada ini gadis, gadisnja thauke, Ling Ping ada taro hati, dan kebetoelan sekali Soan Nio ada kasi hati.
Kaloe hati dan hati ada mempoenjai persamaan,
Disitoe tentoelah ada lahirnja api pertjintaan.Teks kecil
Seperti biasa kebanjakan orang toea toea kolot, tida pikir tentang pembagian harta pada
19