Lompat ke isi

Halaman:Gagal.pdf/17

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

GAGAL

tida pikir apa apa lagi.

Pada satoe malem waktoe 'Ntjik Yan Hi beloen tidoer, ia poenja boeloe badan dirasaken sedikit serem, dan lapat lapat diloear djaroedji dari pintoe boewi ia dapet liat satoe bajangan poeti, jang seklebatan ada seperti ia poenja anak prempoean,

Diam diam ia tela djadi bergidik dan dapet firasat djelek.

Dihari esoknja, diwaktoe ampir tenga'ari sala satoe ia poenja temen tela samperin dia, dan antero perkataan perkataan adalah tjoema itoe berapa baris jang bikin ia, dari satoe manoesia beroba djadi satoe binatang.

,,Kau poenja anak' Kim Nio, soeda meninggal doenia, sesoeda ia poenja kahormatan diroesak terbantoe oleh kau poenja familie jang terkoetoek".

Kaloe itoe waktoe Allah tjiptaken ia mempoenjai tenaga seperti satoe setan, nistjaja ia soeda bongkar itoe pintoe boewi dan lari kloear boeat bales itoe sakit hati besar, tjekek ia poenja leher sampe berlobang dan iroepia poenja dara.

Tapi itoe tempo ia berdiri dengen kesima dan tjoema bisa angkat tanganja kaatas sambil membilang Allah jang maha-adil, sebab satoe manoesia binatang selaloe dapet hasilnja ia poenja kabinatangan, dan saorang jang djoe-djoer djadi korban dari orang poenja katjoerangan, biarlah kau tida koetoek saja, kaloe

15