Lompat ke isi

Halaman:Eksistensi Bahasa Minangkabau Dalam Keluarga Muda Minang Di Kota Padang.pdf/85

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini belum diuji baca

(4) (E...e...Ama kalau Va alah kerja ndak baa do, tapi kan Va sadang sekolah.

(E...e...Ama kalau Va sudah kerja tidak apa-apa, tapikan Va masih sekolah)

(E...e... Mama, kalau Va sudah bekerja tidak masalah, tetapi Lova masih bersekolah’

(Kel 22, Parak Karakah)

Pada kalimat (1—3), dan (4) terdapat interferensi BI berupa kata dasar, yaitu telat, lama, tanya, dan kerja. Dalam BM kata-kata tersebut menjadi talambek, lamo, tanyo, dan kara.

4.3.1.2.2 Bentuk Berimbuhan

Selain dalam bentuk dasar, interferensi BI ke dalam BM pada tataran leksikal ini juga ditemukan pada bentuk berimbuhan. Bentuk berimbuhan tersebut terdiri atas prefiks, sufiks, dan konfiks.

4.3.1.2.2.1 Prefiks

Prefiks adalah imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Berikut adalah contoh pemakaian prefiks yang ditemukan pada tataran lekstkal.

(5) Jadi, bisuak kalau ndak ado kakeknvo, kan lat ado pangganti warisannyo.

(Jadi, besok kalau tidak ada kakeknya, kan ada pengganti wartsannya) .

‘Jadi, jika kelak kakeknya sudah tiada, masih ada pewarisnya’ (Kel. 12/ Air Tawar Barat)

67