kata klasik seperti itu diterapkan pada anarkisme. Beruntungnya sebuah kata biasanya dapat dihiasi dengan tanda petik. Kata itu memiliki konotasi aneh untuk sebuah gerakan yang darahnya sangat hidup dengan ikonoklasme yang kuat, tidak hanya berkenaan dengan otoritas di masyarakat pada umumnya, tapi juga dalam dirinya sendiri.
Menurut pemikiran saya, anarkisme terdiri dari cita-cita yang tidak dapat bertahan lama sehingga manusia sudah lelah untuk menciptakannya selama ribuan tahun di semua wilayah di dunia. Konteks cita-cita ini telah berubah seiring berjalannya waktu, namun prinsip libertarian dasarnya hanya berubah sedikit sepanjang perjalanan sejarah. Sangat penting bahwa kaum anarkis memahami konteks historis yang berubah di mana cita-cita ini telah diterapkan. Jangan sampai mereka stagnan sia-sia karena adanya rumusan lama dalam situasi yang baru.
Di dunia modern, anarkisme pertama kali muncul sebagai gerakan kaum tani dan para yeoman melawan lembaga feodal yang melemah. Di Jerman, juru bicara utamanya selama Perang Petani adalah Thomas Muenzer; sementara di Inggris, Gerrard Winstanley, tokoh terkemuka dalam gerakan Digger. Konsep yang dipegang oleh Muenzer dan Winstanley sangat selaras dengan kebutuhan zaman mereka, yaitu suatu periode sejarah ketika sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan dan ketika kekuatan revolusioner paling militan berasal dari dunia agraris. Akan sangat menyakitkan akademisi untuk berdebat apakah Muenzer dan Winstanley bisa mencapai cita-cita mereka. Yang paling penting adalah bahwa mereka berbicara dari zaman mereka; konsep anarkis mereka
diikuti secara alami dari masyarakat pedesaan yang melengkapi barisan tentara petani di Jerman dan New Model Army