Lompat ke isi

Halaman:Ekologi & Anarkisme.pdf/66

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

tenaga air yang diterapkan sendiri-sendiri, tidak memberikan solusi untuk masalah energi kita dan gangguan ekologis yang diciptakan oleh bahan bakar konvensional. Ditinjau sebagai mosaik, sebagai pola energi organik yang dikembangkan dari potensi daerah, mereka dapat memenuhi kebutuhan masyarakal yang terdesentralisasi. Di garis lintang yang terang kita bisa lebih mengandalkan energi matahari ketimbang bahan bakar yang mudah terbakar. Di daerah yang ditandai dengan turbulensi atmosfer, kita bisa lebih mengandalkan peralatan angin, dan di daerah pesisir yang sesuai atau daerah pedalaman dengan jaringan sungai yang baik, sebagian besar energi kita akan berasal dari pembangkit listrik tenaga air. Dalam semua kasus, kita akan menggunakan tiga mosaik bahan bakar, yaitu yang tidak mudah terbakar, mudah terbakar, dan nuklir. Inti dari keinginan yang saya buat adalah dengan mendiversifikasi sumber energi kita dengan mengorganisasikannya ke dalam pola ekologis yang seimbang, kita bisa menggabungkan tenaga angin, matahari, dan air di wilayah tertentu. untuk memenuhi semua kebutuhan industri dan kebutuhan domestik sebuah komunitas dengan hanya satu minimal penggunaan bahan bakar berbahaya. Dan mungkin akhirnya kita akan lebih menyukai semua perangkat energi non-pembakaran kita sampai pada titik di mana semua sumber energi yang berbahaya dapat dihilangkan.

Seperti dalam kasus pertanian, bagaimanapun juga, penerapan prinsip ekologis untuk sumber energi mengandaikan desentralisasi masyarakat yang luas dan konsep organisasi sosial yang benar-benar regional. Sebab untuk mempertahankan sebuah kota yang besar, kita memerlukan jumlah

batubara dan minyak bumi yang sangat besar. Sebaliknya, energi matahari, angin, dan pasang surut dapat menjangkau

22