tralisasi -konsep libertarian yang kaya ini tidak hanya diinginkan, namun juga diperlukan. Bukan hanya milik visi besar masa depan manusia; mereka sekarang merupakan prasyarat untuk kelangsungan hidup manusia. Proses perkembangan sosial telah membawa mereka dari etika, dimensi subyektif menjadi dimensi tujuan praktis. Apa yang dulunya dianggap tidak praktis dan visioner sekarang telah menjadi sangat praktis. Dan apa yang dulunya dianggap praktis dan obyektif telah menjadi sangat tidak praktis dan tidak relevan dalam hal perkembangan manusia menuju eksistensi yang lebih luas dan tak terkekang. Jika masyarakat, demokrasi tatap muka, teknologi humanistik, pembebasan, dan desentralisasi dipahami hanya sebagai reaksi terhadap keadaan yang berlaku -yang kuat terhadap apa yang ada sekarang- sebuah kasus objektif yang menarik sekarang dapat dilakukan demi kepraktisan masyarakat anarkis.
Penolakan terhadap keadaan yang berlaku ini, menurut saya, adalah untuk pertumbuhan intuitif anarkisme yang eksplosif di kalangan kaum muda saat ini. Kecintaan mereka terhadap alam adalah reaksi terhadap kualitas sintetis lingkungan perkotaan dan produk yang lusuh. Informalitas pakaian dan tata krama mereka adalah reaksi terhadap sifat standar modern yang dilembagakan. Predisposisi mereka untuk aksi langsung (direct action) adalah reaksi melawan birokratisasi dan sentralisasi masyarakat. Kecenderungan mereka untuk
putus sekolah, untuk menghindari kerja keras dan perlombaan tikus [1] mencerminkan kemarahan yang tumbuh terhadap
16
- ↑ Catatan penerjemah: Dalam istilah kultur modern Eropa dan Amerika, perlombaan tikus (rat race cycle) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terjebak dan tidak memiliki kebebasan keuangan (financial freedom). Ia bangun pagi, berangkat kerja, mendapatkan gaji, bayar cicilan, membeli ini dan itu, kemudian di akhir bulan uang sudah habis, sehingga harus berhutang, dan begitu seterusnya hingga pensiun atau mati. Melebihi risalah-risalah marxis, teks-teks anarkis menggeluti permasalahan pemiskinan nilai kehidupan yang diakibatkan olch kapitalisme modern dan budaya konsumen ini secara lebih mendalam.