0,03 persen dari total massa atmosfir -ini, saya dapat tambahkan, selain beberapa racun-racun yang tidak terhitung banyaknya. Sejak Revolusi Industri, keseluruhan massa atmosfir karbon dioksida telah meningkat sebesar 13 persen dari tingkat yang lebih awal dan lebih stabil. Bisa dikatakan dengan alasan teoritis yang sangat kuat bahwa selimut karbon dioksida yang tumbuh ini, yang mencegat panas yang dipancarkan dari bumi ke angkasa luar, akan menyebabkan meningkatnya suhu atmosfer, menjadi sirkulasi udara yang lebih keras, hingga pola badai yang lebih destruktif, dan akhirnya mencairnya lapisan es kutub (mungkin dalam dua atau tiga abad), naiknya permukaan air laut, dan tergenangnya daratan yang lebih luas. Berbeda dengan banjir, perubahan proporsi karbon dioksida ke gas atmosfer lainnya merupakan peringatan dampak manusia terhadap keseimbangan alam.
Isu ekologis yang lebih mendesak adalah polusi air yang mengerikan di masyarakat. Yang terpenting di sini bukanlah fakta bahwa manusia mengotori aliran air, sungai, atau danau tertentu -sesuatu yang telah dilakukannya selama berabad-abad- namun besarnya polusi air yang telah terjadi dalam dua generasi terakhir.
Hampir semua permukaan air di Amerika Serikat tercemar. Banyak saluran air Amerika adalah lapangan terbuka yang memenuhi syarat sebagai perpanjangan sistem pembuangan limbah perkotaan. Saking rusaknya, menggambarkan mereka sebagai sungai atau danau cuma jadi perumpamaan. Lebih penting lagi, sebagian besar air tanah cukup tercemar sehingga tidak dapat diminum, bahkan secara medis berbahaya, dan sejumlah epidemi hepatitis lokal telah dilacak ke sumur-sumur tercemar di daerah pinggiran kota. Berbeda
dengan pencemaran air permukaan, pencemaran air tanah
6