Meninggalkan Marxisme berarti juga meninggalkan gagasan Marxis tentang institusi revolusioner. Memikirkan kembali proyek revolusioner ini berarti menentukan institusi revolusioner baru, yang tentu saja, sebuah struktur politik masyarakat baru, dengan cara yang tidak dapat mengulangi otoritarianisme Marxis. Tidak boleh lagi ada Stalin, tidak ada lagi Robespierres. Gerakan revolusioner baru harus bebas dari tirani, dan alih-alih menyerahkannya ke pelopor Politbiro untuk mengambil keputusan, keputusan itu harus diambil secara demokratis.
Mulai kembali pada tahun 1950'an yang begitu kreatif baginya, ia menjadi advokat bagi demokrasi tatap muka. Ia menyadari bahwa orang Athena kuno telah mengelola keseluruhan masyarakat secara kolektif, melalui majelis warga. Kalau hal tersebut bisa dilakukan sekali, maka ia bisa dilakukan lagi. Tentu saja, sekarang teknologi maju mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manufaktur, masyarakat berpotensi dapat menyamai atau bahkan melampaui demokrasinya Athena kuno.
Dimulai pada akhir 1970'an, Bookchin mencoba meyakinkan pihak kiri bahwa ini adalah jalan terbaik untuk ditempuh. Kaum Marxis dari Kiri Baru tidak tertarik, namun anarkisme, di bawah naungannya, menjalani kebangkitan dan menerima seruan untuk pengelolaan diri masyarakat dalam masyarakat ekologi. Beberapa anarkis mengejeknya sebagai "institusi aneh," tapi ia mengerti bahwa merupakan tanggung jawab gerakan revolusioner untuk menyediakan kerangka bagi masyarakat yang baru. Untuk organisasi gerakan revolusioner, pada 1969 ia
mulai mengajukan kelompok afinitas sebagai unit fundamental. Sebagai seorang mahasiswa dan sejarawan anarkisme
xii