Lompat ke isi

Halaman:Ekologi & Anarkisme.pdf/11

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

di mana pertanian adalah lokal dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dan hal itu akan bebas dari bahan bakar fosil.[1]

Kota-kota besar, ujarnya, bergantung kepada sistem energi raksasa yang terpusat. Sejak tahun 1950'an, ilmuwan MIT telah bereksperimen dengan sumber energi alternatif baru: matahari, angin dan ombak pasang surut. Kekuatan alam ini bisa dimanfaatkan hampir di mana saja. Tetapi tidak seperti bahan bakar fosil, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sabuk perkotaan skala besar, sumber energi alternatif ini menyaratkan adanya generasi dan kepemilikan yang terdesentralisasi. Mereka dapat digunakan pada skala masyarakat yang cocok dengan panel surya dan turbin angin, pada pembangkit listrik tenaga air kecil, panas bumi. Dimulai pada 1960'an, Murray berargumen bahwa energi matahari, angin, dan pasang surut cocok untuk masyarakat berskala kecil, sebuah komunitas mandiri yang terdesentralisasi.

Tapi ekologi sosial, segera setelah ia menyebut gagasan ini demikian, bukan bermaksud supaya kita kembali ke zaman takhyul petani abad pertengahan. Berkat teknologi manufaktur modern -yang menurut Bookchin sangat positif- buruh dan kerja keras yang menguras tenaga bisa disingkirkan. Orang tidak perlu bekerja, karena mesin akan melakukan pekerjaan itu. Mereka bebas berkreasi.

Pada tahun 1962 ia terbitkan gagasannya dalam buku berjudul Our Synthetic Environment. Beberapa bulan kemudian Rachel Carson menerbitkan Silent Spring, yang menempatkan kritik terhadap pestisida dalam kerangka yang sesuai

dengan kapitalisme, menyingkirkan Bookchin dari panggung.

x

  1. Silahkan baca Murray Bookchin, Crisis in Our Cities (1965).