Lompat ke isi

Halaman:Ekologi & Anarkisme.pdf/10

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Pada awal tahun 1960'an, ancaman baru terhadap kesehatan manusia tampak di mana-mana. Kota-kota raksasa adalah tempat penyebaran polusi udara dan air; udara beracun dan air juga iadi penyebab penyakit fisik. Tinggal di kota-kota besar adalah sumber stres tiada henti, dan stress (hal itu baru saja mulai dipahami) memiliki efek kesehatan yang negatif.

Kota-kota besar -megalopolis- menyebabkan masalah lain yang lebih panjang. Mereka bergantung pada penggunaan bahan bakar fosil. Tapi bahan bakar fosil, tulisnya pada tahun 1964, memproduksi sesuatu yang disebut efek rumah kaca: "Selimut karbon dioksida yang tumbuh ini, dengan mencegat panas yang dipancarkan dari bumi ke angkasa luar, akan menyebabkan meningkatnya suhu atmosfer, menuju sirkulasi udara yang lebih keras, hingga pola badai yang lebih destruktif, lalu mencairnya lapisan es kutub (mungkin dalam dua atau tiga abad), naiknya permukaan air laut, dan lahan yang tergenangan makin luas. Tidak seperti banjir, proporsi perubahan karbon dioksida ke gas atmosfer lainnya merupakan peringatan dampak manusia pada keseimbangan alam."

Planet seperti itu bukanlah tempat di mana orang bisa bertahan. Orang-orang biasa, Bookchin yakin, tidak akan tahan untuk itu. Mereka tidak dapat menolerir serangan yang meluas dan sistematis terhadap kesehatan mereka, atas keutuhan tubuh mereka. Mereka tidak tahan terhadap kerusakan lingkungan oleh efek rumah kaca. Demi kelangsungan hidup, mereka akan bangkit melawan sistem yang menghasilkan semua efek ini. Batas kapitalisme bukanlah, seperti yang Marx katakan, tekanan upah [immiseration] terhadap kaum buruh; tapi pada kesehatan manusia yang makin rusak. Sebuah masyarakat tanpa kapitalisme pasti jadi sesuatu

yang berskala manusia, di mana kota dan desa diintegrasikan;

ix