Lompat ke isi

Halaman:Drama di Gowa Kiskendo.pdf/36

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

— 34 —

udara, kemudian disusul oleh sumping dan anting-anting, jang semuanja lalu dibawa melajang-lajang memutari dunia, karena ia belum mengetahui guna) apa dan harus dibawa kemana barang-barang jang indah itu. Sampai ketika ia tiba diatasnja Gunung Kendalisada, menampak Dewi Handjani jang sedang bertapa, anting-anting itu lalu didjatohkan dihadapannja, kemudian air mani itu pun didjatohken pula. Tjuma tinggal sumpingnja terus dibawa terbang lagi, nanti akan tersangkut diatas mega malang, mendjadi sebuwah sendjata sakti namanja Herbirawa, jang kemudian didapatkan oleh Raden Indradjit, putranja Maha Prabu Rahwana.

Air mani Betara Wisnu bermula menjangsang diudjungnija daon asem muda, tapi lantaran beratnja kemudian telah mendjadi rontok djatoh kebawah dan telah dimakan oleh Dewi Handjani, jang lalu mendjadi hamil akan kemudian telah melahirkan sang Hanoman Prabu Rahwana.

Sekarang monjet putih jang tjakap dan gagah perkasa itu, dengan pake anting-antingnja jang sebelah kanan, sedang duduk bersilah dihadapannja, maka hatinja satriya Rama mendjadi terharu sekali.

Menampak djundjungannja diam termenung-menung demikian, rahajat monjet jang sedang seba tersebar mempenuhi tempat itu pun sama turut berdiam, hingga keada’an mendjadi suniji.

Sementara itu, awan-awan mendung mulai berkumpul diatas udara, hudjan gerimis turun riwis-riwis dan Gunung Maliawan pun lalu terbenam didalam halimun.

TAMAT.

———

Lukisan wajang dikulit buku adalah gambarnja
RADEN LAKSMAWRA.