Lompat ke isi

Halaman:Drama di Gowa Kiskendo.pdf/27

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

— 25 —

kianlah ia mengeluh, kemudian lalu air matanja melele disepandjang pipinja.

Prabu Sugriwa dalam waktu-waktu jang tentu, datang mengundjungi pesanggrahan Maliawan, membawa bebuwahan jang enak-enak, dipikul oleh rahajat monjet jang pilihan. Satu tempo ia ada membawa monjet-monjet jang pandei menandak dan membadud, membuat tingkah jang lutju-lutju, guna menghiburkan hati djundjungannja.

Pada suatu hari, sedang mereka berkumpul diluwar pesanggrahan, sembari membitjarakan babrapa hal jang penting berhubung dengan gerakan tentaranja dihari nanti, maka tiba-tiba mereka telah dibikin kaget oleh suara gemuru heibat jang datangnja dari tempat djaoh. Pepuhunan dari suatu rimba disebrang gunung kelihatan bergerak-gerak, makin lama makin mendekati, kemudian lalu muntjul serombongan monjet jang rupanja aneh-aneh, ada jang bermuka matjan, ada jang bersajap dan berparuh sebagi burung, ada jang bermuka kambing, muka buwaja, bahkan ada jang kepalanja pandjang seperti tjatjing, dan lain-lain lagi jang heibat dan mengherankan, tapi semuanja rata-rata ada bertubuh tinggi besar gagah perkasa. Jang mendjadi kepala berdjalam didepan adalah seorang monjet berbulu putih mentjorong berkilau-kilauan sebagi kapas tergentang dibawah mata-hari. Diblakangnja adalah seorang monjet berbulu hidjau, matanja mengkredep-kredep, romannja bengis sekali. Bererot-rerot mereka djalan mendatangi, langsung menudju kehadapannja sang Rama, kemudian lalu sama menjembah dan duduk diatas tanah dengan hormat dan patuhnja.

„Bahagialah kau sekalian prawira jang baru sampai,“ kata sang Rama seraja mengangkat tangannja. „Kau semua siapa, dari mana, dan apakah maksudnja kau datang kemari ?“

„Gusti,“ mendjawab monjet putih jang mendjadi pemukanja itu seraja menjembah, „kita-orang adalah monjet dari Sorgaloka, jang datang kemari atas titahnja Sang Hjuang Djagadnata, akan mengabdi kepada gusti, untuk membantu dalam peperangan jang akan datang.“

Satriya Rama mendjadi heran mendengar bahua ada monjet datang dari Sorgaloka, demikianpun Prabu Sugriwa dan Laksmana, saling melihati dengan penuh pertanja'an.

Tentu sadja mereka tiada mengetahui tentang itu, maka marilah kita mundur sedikit, akan mengetahui suatu peristiwa jang telah kedjadian diatas Gunung Kendalisada.