Lompat ke isi

Halaman:Drama di Gowa Kiskendo.pdf/24

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

- 22 -

tidak ada ulat atau belatung, rupanja itu semua lantaran dari berkah dan pengarunja Latamaosandi jang tumbuh disitu.
Tapi dimanatah adanja tetumbuhan itu? Inilah ada suatu hal jang sukar ditjari, oleh karena bagaimana rupanja daun puhun jang berharga itu, sang Dewa Betara Kangka tadi tiada menerangkan, sedang hutannja Gunung Imagiri itu adalah luwas sekali.
Tjuma untung dalam pusat ketjerdasannja sang Rama masih ada tersungging suatu pengetahuan tentang puhun obat-obatan, pembawa'an dari penghidupan jang sudah lampau, jaitu ketika ia mendjelma mendjadi Resi Setmata, pernah mendjadi dukun tinggal didusun Kajuan atau Kajulandejan, dipesisirnja tanah Medanggele, maka tiadalah sampai ia kesasar-sasar menduga sembarang puhun adalah Latamaosandi.
Jang pertama terlihat olehnja adalah suatu tetanaman jang bertjampur dengan rumput-rumput dipinggir hutan, bungahnja kuning kemerah-merahan, maka lalu sang Regawa petik setangkei daonnja seraja berkata :
„Daon ini namanja Sidagurih, kasiatnja dapat menjembuhkan gatel dan luka-luka diatas kulit. Kembangnja dapat menghilangkan ratjun tawon dan sebangsanja.”
Laksmana ketarik dengan uraian itu, maka ia menundjuk pada suatu tetumbuhan jang daonnja besar mengambiak diatas tanah, seraja menanjakan namanja.
„Itulah jang dinamakan Tapakliman,” djawab Regawa, „oleh karena rupa kelompokannja diatas tanah sebagi tapaknja gadjah. Daonnja untuk mengobati sakit demam, sedang akarnja adalah obat jang baik sekali akan menghilangkan panas didalam badan. Dan itu jang tumbuh dipinggir air, namanja Sidowajah, kembangnja, dibakar untuk mengobati koreng, bidjinja digodok untuk menjembuhkan demam keras jang kentjingnja keluwar darah.”
Mereka berdjalan terus, lalu mulai menampak puhun kaju jang besar-besar.
„Itulah namanja kaju Setjang, kata Regawa pula, kulitnja berwarna merah, maka boleh dipakai untuk tjelupan, sebagai obat gunanja untuk menjembuhkan buwang air darah. Itu lagi puhun kaju Pulasari, baunja wangi, sifatnja dingin dapat untuk memberhentikan murus karena panas didalam perut. Dan itu puhun namanja puhun Pala, jang terpakai buwah atau bidjinja, baik sekali untuk perut, lantaran sifatnja angat dan membikin