Lompat ke isi

Halaman:Drama di Gowa Kiskendo.pdf/18

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

- 16 -

djatanja. Demikianlah, hari besoknja telah kedjadian apa jang telah dirantjang. Sendjata jang dilepaskan itu adalah sendjata jang maha heibat didalam dunia, namanja kjai Guawidjaya, jang tiada ada benda hidup kuwat menerimanja. Subali semistinja tidak bisa mati, djikalau ia misih ada mempunjai kesaktian adji Pantjasona, akan tetapi kesaktian itu telah kena ditipu dan diberikan kepada Prabu Dasamuka, maka sekarang badannja kosong, jang misih ada tjuma kegagahan aselinja sadja. Demikianlah ketika sang Guawidjaya terlepas dari gandewanja, sendjataitu menggereng sebagi suaranja srigala mengokop darah, tepat kena ditengah ulu-atinja Subali, tapi dasar ia ada seorang pandita jang pinundjul, maka kulitnja pun keras sebagi badja, udjungnja sang Guawidjaya tiada lekas dapat menembusi, hingga keburu kena ditangkap dalam tangannja Subali, jang menahan itu dengan kekuwatannja luwar biasa. Tapi Guawidjaya tiada akan berhenti sebelum dapat menjampaikan maksudnja, terus ia madju dengan suara gerengan jang heibat sekali kedengarannja, hingga keduwa kakinja Subali sampai amblas masuk kedalam tanah sewates lututnja, sedang kekuwatannja semingkin kurang, maka sendjata itu dengan perlahan sedikit demi sedikit terus masuk menemboes kearah hatinja sang korban.

Drama di Gowa Kiskendo (page 18 crop)
Drama di Gowa Kiskendo (page 18 crop)

Resi Subali badannja mendjadi lemas, maka achirnja ia djatoh duduk setengah rebah, matanja mentjorong sebagai keluwar api ketika menampak sang Rama jang berdiri misih pegang gandewanja.