- 15 -
Sugriwa dengan gembira lalu berkata:
„Oh gusti, djangan kuatir, saja tahu dimana letaknja negeri itu, namanja Alengkadiredja. Memang jang berkuasa disitu ada
seorang raseksa djahat, namanja prabu Dasamuka atawa disebut djuga Maha radja Rahwana. Sudah tentu ini ada dari perbuatannja, karena selama hidupnja Dasamuka memang melakukan sadja segala kedjahatan, karena kedjahatan itu adalah kesenangan djiwanja.”
Mendengar itu romannja sang Regawa lalu djadi bertjahja kombali, suatu tanda sumangatnja telah bangkit dengan penuh pengharapan.
„Gusti,” kata pula Sugriwa dengan sembahnja, „djikalau saja dapat duduk kembali sebagi radja di Gowakiskenda, saja sanggup mengerahkan balatentara monjet jang berdjuta-djuta banjaknja untuk menggempur negeri Alengkadiredja, merebut kembali gusti aju Retna Dewi Sinta, dengan melangkahi bangkenja si durdjana Prabu Dasamuka itu.”
„Kalau bagitu djandji kesanggupanmu, Sugriwa,” kata sang Regawa dengan suara gembira, „marilah kita meluruk ke Gowakiskenda, aku jang mendjadi pelindung dan botohmu. Djikalau kau tiada sanggup membunuh Subali dengan tenagamu sendiri, anak panahku jang nanti menguntapkan kepadanja kedalam kahjangannja Betara Yama.”
Sugriwa berdjingkrak kegirangan, maka lalu mereka brangkat menudju ke Gowakiskenda, dimana pertempuran antara duwa sudara monjet jang sama gagahnja itu lalu terdjadi, heibatnja
bukan buatan. Tapi kemudian ternjata Sugriwa kedeser, lantaran Subali itu memang kegagahannja tidak ada jang sanggup mengimbangi. Sugriwa achirnja mundur dengan badan penuh luka-luka parah. Besoknja ia disuruh madju lagi dan sang Rama berdjandji akan melepaskan sendjatanja, tapi sedang mereka
bertempur gulat jang heibat itu, Regawa merasa sangsi akan mendjudju panahnja, sebab rupanja keduwa saudara itu ada mirip satu kepada lain, Rama kuatir nantik salah mengenakan Sugriwa sendiri. Pada sore itu Sugriwa mundur dengan tubuh teklok setengah mati, ia merintih-rintih tiada berhentinja, sang Regawa menuturkan sebabnja maka ia tiada brani melepaskan anak panahnja. Sesudah berpikir achirnja ia mendapat akal, jaitu suruh Sugriwa besuk kalau berklai lagi supaja pakai kalung djanur kuning atau daun kelapa jang misih muda, untuk mengenalkan supaja tiada keliru djikalau ia mendjudjukan sen-