sebab kegirangan, sambil berkata: „Abang Koera-koera, liatla djantoeng saja soeda megar; tida lama lagi tentoe kenjangla kita makan pisang !" Maka si Monjet menggosok-gosok pahanja begimana adat Monjet kaloe ija kegirangan. Kata si Koera-koera: „Betoel bagoes taneman ade; saja poenja lama djadinja , baroe ada sebidji daonnja keloewar. Tetapi itoe tida mengapa, saja djoega namanja Koera-koera jang bodo. Manjola kita poelang!" Beberapa hari lagi lamanja pergi lagi si Koera-koeramdiadjak sobatnja si Monjet itoe meliat tanemannja. Kata si Monjet sambil mengiler: „Sekarang tentoe soeda mateng pisang saja. Lekas-lekasla abang Koera-koera berdjalan." Tetapi sebab geremetnja si Koera„Nanti koera itoe berdjalan, maka berdjalanla si Monjet lebi doeloe : saja pergi meliat doeloe" katanja. „Baikla" - kata si Koera-koera „sebentar saja djoega sampe." Serenta si Koera-koera sampe ditempat taneman pisang itoe, ija liat sobatnja doedoek deket tanemannja sembari merengoet. Maka bertanja si Koera-koera, katanja:G „Ade Monjet, apa koerang merengoet?" Maka kata si Monjet:" Wa, latjoer! liatla djantoeng saja soeda boesoek! Saja tida bole abis pikir begimana bole djadi begitoe!" Maka kata si Koera-koera : „Betoel djoega begimana kata ade. Itoe sebabnja barangkali, kaloe manoesija menanem pisang ,ditanem anaknja sadja. Tetapi soedala, djangan dikeselin, taneman saja soeda doewa bidji lagi daonnja jang baroe , roepa-roepanja djadi taneman saja. Sekarang manjola kita poelang doeloe keroema." Maka poelangla doewa-doewanja sobat itoe, si Monjet roepanja kesel hatinja, dan lagi maloe sebab memikirin bodonja sendiri. Berapa hari lagi lamanja pergi lagi kedoewanja sobat itoe meliat pisangnja. Maka pisang is Koera-koera itoe semingkin djadi , djantoengnja soeda maoe keloewar. Kata si Monjet: „Abang Koera-koera, pisang abang soeda berdjantoeng ; tida lama lagi tentoe makan pisangla kita!" Sahoet si Koera-koera:
Halaman:Dongeng Monjet dengen Koera-Koera.pdf/16
Tampilan