Lompat ke isi

Halaman:Dendang-dendang Makasar.pdf/4

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

2

TJILIK-ROMAN'S

Radja Naga-laoet Hay-Liong-Ong roepanja betoel-betoel djail. Sedari pagi beliau melepaskan air-ketjilnja mengganggoe orang-orang jang sangat perloe ke koeboeran.

Diantara koeboeran-koeboeran diklas satoe, kelihatan seorang lelaki lagi berdiri, disampingnja djoega berdiri seorang anak perempoean, beroesia kira-kira 6 tahoen, kedoeanja lagi memandang seboeah koeboeran jang agak baroe, kerna belon toemboeh banjak roempoet diatasnja . . . . .

Paras moekanja lelaki itoe, tida bersedih, tida poela bergirang, demikian poen anak jang berdiri disebelahnja. Pada paras moeka marika sabar dan tenang, seperti ada perasaan menjerah pada segala apa jang soedah terdjadi.

„Tjhingbing jang doeloe, kita sama-sama kemari . . . .” kata lelaki itoe dengan soeara pelahan, setengah kepada sang hati. „Sekarang badan-haloesmoe djaoeh disana, djaoeh sekali. Badan kasarmoe bersemajam disini, seorang diri . . . . Ja, kau pesan, tida boleh kita bersedih, kerna segala sesoeatoe jang moesti terdjadi, tida bisa kita melawan tida bisa kita melawan lagi. Itoe soedah mendjadi hoekoem-Ilahi.”

„Ja, Mammie . . . . Oh, Mammie,” kata anak ituoe dengan tida terasa air-matanja melele. „Diwaktoe Mammie pergi, Mammie pesan kepada Hing, tida boleh saja loeka-hati. Tetapi mengapa Mammie pergi dan tida kembali, tinggalkan Hoa-hing seorang diri?”

Kepala dan pakeian marika soedah basah dengan air-hoedjan, tetapi marika teroes berdiri tenang sadja.

Tiba-tiba, terdengar sajoep-sajoep dari djaoeh, soeara pantoen jang dioetjapkan dengan piloe . . . . .