Dukungan Oka terhadap perempuan yang secara tradisional dibesarkan dalam lingkungan keluarga serta masyarakat desa dan kemudian mampu menyeruak di antara gemerlapnya kemajuan kota tanpa meninggalkan kedesaannya, diperlihatkan dalam bentuk dukungannya pada Putri. Ia sangat mengagumi perempuan yang berjuang untuk cita-citanya, seperti perjuangan kaum feminis untuk mendukung perempuan yang berkeinginan untuk maju. Orang-orang, atau lebih tepatnya laki-laki, seperti Oka inilah yang dibutuhkan kaum feminis dalam perjuangannya menegakkan hak-hak perempuan dan melepaskan perempuan dari sikap dan kondisi yang sering memarginalkan mereka. Orang-orang seperti Oka itu tidak menganggap perempuan sebagai manusia nomor dua dan laki-laki nomor satu. Orang itu lebih melihat manusia dari kapasitas diri dan prestasinya, bukan perbedaan jenis kelamin, laki-laki atau perempuan.
Bagi Oka, kemajuan itu tidak saja harus datang dari laki-laki. Perempuan juga memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Hal itu diyakininya bisa datang dari perempuan, seperti Putri. Untuk itulah, dengan menggebu-gebu ia mengangkat sosok Putri sebagai profil korannya. Dengan senang hati Oka mengangkat profil perempuan pejuang seperti Putri untuk dijadikan contoh teladan bagi perempuan lain di Bali karena ternyata dari keterpurukan kebanyakan perempuan Bali masih ada sosok perempuan yang mampu mengaktualisasikan dirinya dalam masyarakat.
Ketertarikan Oka pada perempuan sederhana, seperti Putri sempat ternodai ketika ia mendapati Putri mengubah penampilannya. Rambut yang dulunya panjang telah berganti dengan rambut pendek, seperti rambutnya Nelly. Oka sempat kecewa setelah kemudian menyadari bahwa Putri tentunya mempunyai alasan tersendiri yang mendorongnya berpenampilan layaknya perempuan modern. Bagi Oka, rambut Putri yang panjang sangat menunjang pribadi dan pikirannya. Ketika ia melihat Putri dengan rambut pendek, ia seperti melihat orang lain, bukan Putri. Rambut bukan hanya sebuah mahkota, bukan juga sebuah simbol, melainkan lebih sebagai sebuah nilai yang membuat si pemiliknya menjadi berbeda.
Di sebuah hotel bintang lima, Putri melihat wajahnya di kaca. Ia setuju dengan apa yang dikatakan Oka. ia sudah jadi orang lain. Rambut bukan hanya rambut. Mahkota ternyata bukan hanya mahkota. Simbol dengan demikian juga bukan hanya sekadar simbol. Semuanya itu adalah segumpal energi yang membuat orang yang memakainya maupun orang-orang yang
70