3.1.2.3 Oka
Mengacu pada persoalan perempuan yang menjadi inti utama Penelitian ini, Oka termasuk tokoh lain, dalam hal ini tokoh laki-laki yang berpihak pada perempuan. Dengan pikiran maju dan modernnya, ia sangat mengerti dan memahami kondisi perempuan, terutama Perempuan seperti Putri dan Nelly. Usahanya untuk menaikkan derajat dan nama perempuan dimulai dengan mengangkat profil Putri dalam koran tempat ia bekerja. Sebagai seorang wartawan, ia Memanfaatkan profesinya untuk kepentingan perempuan. Putri Sendiri merasakan hal itu. Walaupun Oka menuliskan sesuatu yang tidak pernah dikatakannya dan telah membuatnya terjepit dalam kondisi yang tidak diinginkannya, sekaligus ia merasa tindakan itu Sebagai kebangkitan kaum perempuan.
Dengan gayanya yang khas dan blak-blakan, Oka mengungkapkan pikirannya tentang perempuan, terutama perempuan bali dalam kaitannya dengan perjuangan orang Bali untuk bangkit dari keterpurukannya. Oka berpandangan bahwa awal dari kebangkitan itu bukan berasal dari pihak laki-laki, melainkan dari para perempuan bali. Pejuang kebangkitan itu bukan perempuan kota yang telah mengganti kebayanya dengan celana jins, bukan juga dari perempuan yang telah memotong pendek rambutnya, seperti elly, tetapi berasal dari perempuan desa yang bekerja sebagai Penggembala sapi, seperti Putri dan ibunya.
Oka memang sangat mengagumi dan memuji Putri. Ia sangat terobsesi dengan perempuan desa yang tetap desa, walaupun telah Mengecap pendidikan tinggi, seperti Putri. Keberadaan Bali di tengah hiruk pikuk kehidupannya tidak terlepas dari perjuangan perempuan, seperti Putri, yang dengan keluguan dan daya tarik desa menyeruak di antara taburan perempuan kota yang telah terbius oleh pengaruh luar, seperti Nelly.
Ia menyukai perempuan yang pintar dan berpikiran maju, seperti Nelly, tetapi akan lebih indahnya, jika kepintaran dan pikiran maju itu datang dari seorang perempuan sederhana yang berjuang mati-matian untuk kemajuannya. Nelly dengan segala fasilitas yang dimilikinya bisa dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkannya, termasuk dalam hal mendapatkan pendidikan. Hal itu sangat berbeda dengan Putri yang harus berjuang keras untuk menyelesaikan pendidikannya. Menurut Oka, ada nilai rasa yang cukup kuat perbedaannya antara dua orang perempuan yang sama-sama cantik dan pintar itu. Dan, ia lebih memilih Putri sebagai idolanya.
69