Putri sangat mengagumi bentuk pengorbanan seperti itu. Mungkin hanya wanita Jepanglah yang sanggup melakukannya. Hanya Wanita Jepang yang bisa mengatupkan mulutnya begitu rapat dan kemudian menunjukkan begitu dahsyatnya kekuatan jiwa di balik tubuhnya yang lemah dan terluka. Putri juga menganggumi sosok Isayama. Di balik tubuhnya yang ringkih, tersimpan keuletan dan kekuatan yang luar biasa. Timbul pertanyaan dalam pikiran Putri, apakah itu hanya sebuah karunia bagi perempuan Jepang atau Sebenarnya milik perempuan pada umumnya?
Pertanyaan Putri adalah pertanyaan setiap insan perempuan yang sadar akan peran dan fungsinya sebagai manusia. Kaum feminis sangat menghargai perempuan yang telah menyadari diri mereka, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, perempuan yang sadar akan hak dan kewajibannya. Perempuan yang sadar dan berjuang untuk cita-citanya sangat didukung oleh kaum feminis, begitu juga dengan perempuan yang pantang menyerah serta perempuan yang berdikari dan tidak bergantung kepada orang lain, terutama laki-laki.
Banyak hal yang dipelajari Putri selama perjalanannya ke Jepang. Akan tetapi, ada satu oleh-oleh penting yang akan dibawanya pulang. Ia akan membungkus rasa malu Jepang sebagai oleh-olehnya. Wajah Jepang yang sudah berubah karena rasa malu yang selalu mengiringi langkah kaki warganya, baik laki-laki maupun perempuan, patut dijadikan pedoman. Rasa malu itu sama sekali berbeda dengan apa yang dimiliki oleh kebanyakan orang Indonesia.
Bagi kebanyakan orang Indonesia, rasa malu memberikan alasan buat mereka untuk tidak bertindak. Rasa malu itu membuat orang terpuruk dan terasing di sudut. Menurut Putri, rasa malu seperti itu harus dihindari. Rasa malu Jepanglah yang patut ditiru, rasa malu yang akan membunuh kemalasan, ketidakrapian, dan ketidakberesan. Rasa malu itu mengantarkan orang untuk menjadi santun, liat, dan perkasa. Malu yang membuat orang merasa jengah untuk menebus kekalahannya tanpa membuat orang lain kalah. Ia akan mengubur rasa malu yang selama ini dimilikinya. Ia akan membawa sebuah rasa yang akan memberinya keyakinan, untuk nanti sesampainya di rumah, akan disampaikannya apa yang menjadi haknya pada Ngurah Wikan. Ia akan melamarnya.
3.1.1.2 Nelly
Dalam novel Putri tokoh Nelly identik dengan sosok perempuan modern yang sudah terkena imbas arus globalisasi. Ia bukan lagi perempuan Bali dengan kesederhanaan dan keluguannya.