karena setiap kelompok ras, bangsa, agama, atau keluarga memiliki nilai tertentu yang dilekatkan secara sepihak pada diri perempuan. Pada nilai manakah seorang perempuan berpaling? Apakah pada nilai yang telah dilekatkan pada dirinya sebelum dia lahir atau pada nilai yang ditetapkannya sendiri, seiring dengan perjalanan kehidupannya.
Putri menyadari sekali kondisi tersebut. Secara tidak langsung ia telah menjadi seorang pejuang bagi kaum feminis. Ia telah berani menegaskan bahwa nilai yang harus diikutinya adalah nilai yang ditetapkannya sendiri, seiring dengan perjalanan kehidupannya. Ia memiliki kebebasan menentukan masa depannya sendiri tanpa harus bergantung dan merasa takut pada orang lain, terutama laki-laki.
Banyak sekali pikiran dan tindakan Putri yang mengacu pada perjuangan kaum feminis untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Akan tetapi, ada juga beberapa tindakan Putri yang mungkin saja tidak disukai oleh kaum feminis. Peristiwa di sebuah hotel ketika Joni mencoba menggaulinya tidak dianggapnya sebagai sebuah pelecehan. Ia memakluminya karena menurutnya, sifat laki- laki memang begitu. Hal itu bertentangan dengan perjuangan kaum feminis dalam menghentikan tindak kekerasan, pelecehan, dan berbagai stereotip terhadap perempuan. Mereka berkeyakinan bahwa kaum perempuan harus bisa memberikan pesan penolakan secara tegas kepada mereka yang melakukan pelecehan dan kekerasan dengan tujuan agar tindakan tersebut tidak berkelanjutan. Dengan diamnya Putri dan membiarkan saja perbuatan Joni terhadap dirinya, itu berarti bahwa ia telah mengajarkan dan mendorong para pelaku untuk melanggengkannya.
Walaupun bertentangan dengan semangat feminis, tindakan Putri itu tetap saja merupakan sebuah tindakan yang didasari atas pertimbangan yang mendalam dari dirinya. Ia membiarkan saja perbuatan tersebut karena ia dapat memaklumi bahwa laki-laki, jika berduaan dengan seorang perempuan, apalagi perempuan cantik, wajar saja ia berpikiran negatif. Ia menganggap tindakan tersebut hanya sebentuk kenakalan laki-laki, bukan sesuatu yang istimewa, yang jika dihadapi dengan pikiran jernih dan akal sehat serta kelembutan tentunya akan membuat laki-laki itu menyadari perbuatannya. Peristiwa lain, yang dalam pandangan kaum feminis juga dianggap sebagai pelecehan terhadap perempuan, juga disikapi Putri
dengan biasa-biasa saja. Beberapa kali ia hendak diperkosa oleh Sadra, kakak sepupunya, tetapi Putri menganggapnya sebagai tindakan nakal seorang laki-laki karena menurutnya semua laki-laki begitu. Begitu