Halaman ini tervalidasi
utama perjuangan kaum feminis, seorang laki-laki yang mendukung perjuangan kaum perempuan dalam membela haknya.
Laki-laki itu memberi kebebasan kepada perempuan untuk menentukan nasibnya sendiri, laki-laki yang tidak menginginkan ketergantungan perempuan terhadap dirinya dan merasa bangga karenanya. Putu Wijaya menghargai perempuan yang memiliki cita-cita. Ia mengagumi perempuan pelopor yang sanggup menjadi pemimpin, yang kemudian ia wujudkan dalam diri tokoh Putri. Ia salut dengan perempuan yang tidak terpuruk dalam kondisi budaya yang telah terbiasa memarginalkan mereka. Ia bangga dengan perempuan yang berjuang keras untuk kehidupannya, seperti Putri dan perempuan Bali lainnya.
93