Halaman:Buah Rindu.pdf/39

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini belum diuji baca

Dagang

Susahnya duduk berdagang
Tiada tempat mengadukan duka
Bondaku tuan selalu terpandang
Hendaklah berjumpa apatah daya.

Terlihat-lihat Bonda merenung
Rasa-rasa " Bonda mengeluh
Mengenangkan nasib tiada beruntung
Luka penceraian tiadakkah sembuh.

Bondapun gering seorang diri
Hati luka tiada berjampi
Nangislah ibu mengenangkan kami
Rasakan tiada berjumpa lagi.

Allah diseru memohonkan restu
Moga kami janganlah piatu
Aduh ibu, kemala hulu
Bukankah langit tiada berpintu?

Sudahlah nasib tiada bertemu
Sudahlah untung hendak piatu
Bagaimana mengubah janji dahulu
Sudah diikat di rahim ibu.

32

Buah Rindu