Rame betoel di itoe hari,
Chewan berkoempoel, temen sendiri,
Doedoek berdèrèk, kanan dan kiri,
Dengen di hadep Pembesar negeri.
Mari Toewan, toeroet lah kita,
Liat sendiri ka-doewa mata,
Boleh priksa sampe perdata,
Binatang mana njang ada beserta.
Mari Toewan, liat njang djitoe,
Binatang siapa, njang ada di sitoe,
Baiklah kita, priksa njang tentoe,
Boewat di seboetken, satoe persatoe.
Oeler Naga, Oeler ka'satoe,
Barpangkat Majoor, sebagi Ratoe,
Toeroenan Bangsawan lah soedah tentoe,
Dateng djoega, di tempat sitoe.
Oeler Naga, sebagi Nerpati,
Orangnja haloes, moerah lah hati,
Kaloek bekerdja, amat lah titi,
Memegang sawah, dan Oetan-Djati.
Oeler Naga, Oeler njang garang,
Boekan terlahir, di kota Semarang,
Poetra di Gersiek, lah soedah terang,
Djadi mantoenja, si'koeda Gerang.
Koeda Gerang, koeda lah Toewa,
Sama Oeler Naga, pernah mertoewa,
Koeda ini, kasoehoer di Djawa,
Dari kajanja, tiada lah doewa.
Koeda Toewa, asal di Birma,
Soedah kesoehoer dia poenja nama,
Maski Toewa, masieh oetama,
Dari kajanja tiada njang sama.
Koeda Toewa, koėda bangsawan,
Memangkoe pangkat, dengen setiawan,
Serta hatinja, amat dermawan,
Tjoema tebijatnja sebagi prampoewan.
Koeda Toewa hatinja sabar,
Maka lah patoet, termasoek gambar,
Tergoda Landak, tida berdebar,
Tinggal seneng, tida sesoembar.
Naga dan Koeda, ada di sitoe,
Anak koeda sedia, boewat bantoe,
Tiga berkoempoel, djadi lah satoe,
Aken toeroet tawar, soedah lah tentoe.
Anak koeda, oentoeng sendiri,
Memangkoe Pangkat, di dahoeloe, hari,
Besannja tinggal, Tanah Kediri,
Banteng besar memegang negeri.
Anak koeda kerasnja kombali,
3 toeroenan pangkat Ahseli,
Tjoba tida terpegang, oleh kendali,
Tentoe membales Landak, ini sekali.
Anak Koeda, terbilang tedji,
Baroe sekarang, memake tadji,
Mantoe Koeda, haroes terpoedji,
Anaknja Naga sebagi Pandji.