Toewan Pembatja djangan lah goesar,
Sair ini, Bahasanja kasar,
Melaijoe Semarang, di dalem Pasar,
Serta lagi banjak kasasar.
Bismela moela berkata,
Batja di sini, karangan kita,
Dari Binatang poenja lah tjerita,
Njang berdiam di Semarang kota.
Maloem lah Toewan sekalian rata,
Sair terkarang tida lah njata,
Di oepamaken: Binatang poenja tjerita,
Tetapi sasoenggoenja orang berharta.
Batja lah sobat, batja lah Toewan,
Ini sairnja orang bangsawan,
Namanja kasoehoer, serta hartawan,
Maka di oepamaken: sekalian chewan.
Maski begitoe nanti djadi lah terang,
Sebab namanja, terkenal banjak orang,
Njang kenal dia, tida lah koerang,
Soedah kasoehoer dalem Semarang.
Djangan Toewan, djadi lah beran,
Tjerita terkarang, dengen sairan,
Mesti lah tjari, dalem pikiran,
Baroe lah njata, ini sindiran.
Halaman:Boekoe Sair-Binatang.pdf/7
Tampilan
Halaman ini telah diuji baca