Lompat ke isi

Halaman:Boekoe Sair-Binatang.pdf/13

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca
14

Lintah ini, Lintah lah belang,
Kakinja banjak melintang-malang,
Tjegattan koeboeran, kaloek lah ilang,
Peroentoengannja temtse kombali poelang.

Tjerita Landak baik lah berenti,
Bijarken dia njang bersoesah hati,
Mari lah Toewan kita bernanti,
Dalem Pendopo Roemah Boepati.

Sekarang kombali kita tjerita,
Dalem Pendopo rameenja njata,
Orang menonton berdiri rata,
Pasang koeping dan pasang mata.

Doedoek berderek kiri dan kanan,
Pangkat Majoor, Kapitan dan Luitenan,
Orang kaja asal toeroenan,
Dan orang berdagang dalem Petjinan.

Mari lah liat kanan dan kiri,
Siapa njang dateng di itoe hari,
Orang Semarang dan lain Negeri,
Pada berkoempoel temen sendiri.

Anak Sapi doedoek sebelah kanan,
Masieh lah moeda berpangkat Luitenan,
Asal Sapi Tjina poenja toeroenan,
Berdagang gereh ikan-ikanan.

Sapi berdagang oentoengnja njata,
Lantaran tertoeloeng oleh Dewata,
Toewan tanah dan banjak harta,
Gedongnja berderek sa'dalem kota.

15

Sapi koening, Sapi njang djeli,
Dagangannja besar, dan banjak sekali,
Ramee orang dateng, berdjoewal beli,
Goedangnja berderek di pinggir kali.

Sapi koening njang anak isteri,
Berbesan Mendjangan di Rembang negeri,
Mendjangan pandjang pandei berlari,
Di dalem Rembang kaja sendiri.

Anak Sapi masieh lah moeda,
Memangkoe pangkatnja Compagnie Ollanda,
Masieh famili sama anak Garoeda,
Sama tjoetjoek Landak poen tida beda.

Tjoetjoek Landak dan anaknja Garoeda Semarang,
Ketarik familie lah, soedah terang,
»Pintoe-tembaga" katanja orang,
Bertiga mantoenja Si'Ajam garang.

Ajam garang Ajam kabiri,
Tiga Mantoenja moeda bastari,
Mampoe memegang pekerdja'än negeri,
Oentoengnja Ajam soekar tertjari.

Ampir sadja, kita lah loepa,
Mantoe njang ka'ampat, itoe siapa,
Djalak Oeren, toeroenan orang bertapa,
Berdiam di loteng mengoekoep doepa.

Ajam Djago, Ajam kabiri,
Bersama Ajam, poenja soedara sendiri,
Bertjampoer Landak di dahoeloe hari,
Pegang sawah di ini negeri.