Halaman:Boekoe Peringatan dari Staatsspoor-en Tramwegen di Hindia-Belanda 1875-1925.pdf/19

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca

19

pekerdjaannja toean Maarschalk dan penoeloeng-penoeloengnja itoe dengan mamakai ingatan jang tertadjam.

Didalam pimpinannja toean Derx, penggantinja toean Maarschalk, maka lantaran dari roepa-roepa sebab, uitbreiding dari spoorweg S.S. hanja sedikit jang terdjadi. Tjoema lijn Pasoeroean–Probolinggo dan lijn Soerabaja–Kalimas, jang teramat perloenja oentoek mengangkoet barang-barang jang akan dimoeat ke-kapal, soepaja dapat dibawa sehingga dekat sekali pada pelaboehan, itoelah jang didjadikan lebih dahoeloe. Adapoen pembibikinnja lijnvak Bogor-Tjitjalengka diteroeskan.

Lambat-laoen ada kemadjoeannja hal ini; lijn Kertosono sampai Madioen dan teroesannja ke Solo jang dapat berhoeboengan dengan N.I.S. djadi djoega (24 Mei 1884). Adapoen disebelahnja poela, ja-itoe lijn ketjil Betawi–Priok dan lijn Djogja–Tjilatjap djadi selesai (20 Juli 1887). Kemoedian dimoelaikan mengerdjakan aanleg dari baanvak Tjitjalengka–Tjilatjap (jang mana aanleg Tjitjalengka–Tjtbatoe–Garoet didahoeloekan).

Pada tanggal 1 November 1894 maka lijn Tjitjalengka–Tjilatjap djoega bisa selesai sama sekali, sehingga dari Priok orang dapat naek kereta-api teroes sampai ke Soerabaja.

Bermoela orang naik kereta-api S.S. dari Priok ke Betawi, lantas pindah keretaapi N.l.S. sampai di Bogor, laloe pindah kereta-api S.S. lagi sampai di Djogja.

Di Djogja mesti ganti kereta-api poela, karena lijn Semarang–Solo–Djogja spoornja (antaranja kedoea rail itoe) ada lebih lebar dari pada spoor S.S. dan spoor N.I.S. lijn Betawi–Bogor. Sehabisnja naik kereta-api N.I.S. sehingga 60 KM. djaoehnja, sampailah di Solo, dimana orang mesti pindah lagi di kereta-api S.S. teroes ke Soerabaja atau lebih djaoeh,

Djikalau orang bepergian dari Soerabaja ke Betawi atau sebaliknja, maka tampatnja penginepan (bermalam) ada di Maos, ja-itoelah seboeah tampat ketjil, tetapi setelah djadi tampat bermalam lantas djadi rame dan terdirilah beberapa roemah penginepan (hotel) boeat segala bangsa, tetapi setelah Maos itoe tiada mendjadi tempat bermalam poela, lantas kombali djadi soenji lagi.

Djoega boeat barang-barang maka breedspoor Solo–Djogja itoe soesah sekali. Baik di Solo, maoepoen di Djogja barang-barang itoe mesti dipindahkan kereta.

Datangnja perbaikan dari hal itoe, ja-itoe pada tanggal 15 Juli 1899, waktoe diantaranja kedoea rail dari N.I.S. jang begitoe lebarnja itoe ditaroh rail jang ketiga, sehingga kereta naekan orang dan kereta barang-barang dari S.S. dapat didjalankan teroes dari Solo ke Djogja, sehingga orang dan barang-barang tiada oesah pindah kereta lagi.

Pada masa itoe orang lagi iboek mengerdjakan aanleg dari lijn Probolinggo–