Lompat ke isi

Halaman:Boedak Kapal.pdf/11

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

FASAL JANG PERTAMA.

Pertemoean kapitan Caxtier tatkala besiar.

„Madelon!”

„Ada apa, kapitan?”

„Kita hendak keloear; ta’akan poelang sebeloem liwat doea djam.”

„Nah, kapitan, baiklah!........... Tetapi hendak kemana? Agaknja........... kepelaboehan?”

„Kalau kiranja sebenarnja kita hendak pergi kepelaboehan,........ apatah salahnja?” „Dalam hal itoe, baiklah tempat wangmoe ditinggalkan disini djoea. Karena setiap-tiap kali kamoe pergi kepelaboehan tempat wangmoe kosong sepoelangnja dari sitoe. Disitoe banjak orang boeroek, jang dapat menerbitkan kemoerahan hatimoe karena mentjeriterakan roepa-roepan kissahnja; orang membohong sadja, tatkala meriwajat oentoeng malangnja, seperti: kena karam kapal atau djala-djala jang dihanjoetkan aroes laoet.”

„O, Madelon, djangan telandjoer, boekan begitoe halnja!”

„Boekan begitoe halnja?..... Ingatlah kiranja! Laloe tiga minggoe wangmoe sama sekali diberi kepada beberapa orang kelasi, jang asal dari Tanah Belanda; katanja kapalnja terkaram......"

„Hai, Madelon, orang itoe berhadjat wang; merèka kena