beliau adalah alumni S1 Teknik Geodesi ITB Bandung tahun 1983 dan S2 Airport Planning Management, Loughborough University of Technology London UK tahun 1992.
Kelima, Marsekal Pertama TNI (Purn) Ir. Ruslan Effendy, M.Sc. adalah lulusan Sepawamil ABRI Angkatan 1987 penerima tanda kehormatan Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya. Beliau menjabat sebagai kadisfaskonau ke-12 terhitung mulai tanggal 16 Agustus 2016 sampai tanggal 14 Februari 2018 menggantikan Marsma TNI (Purn) BR. Purba, M.Sc. Latar belakang pendidikan beliau adalah alumni S1 Teknik Arsitektur UI Jakarta tahun 1986 dan S2 Airport Planning di Inggris tahun 2002.
Keenam, Marsekal Pertama TNI Ir. Muchtar Mawardi, MM adalah lulusan Sepawamil ABRI Angkatan 1990 penerima tanda kehormatan Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya. Beliau menjabat sebagai menjabat sebagai Kadisfaskonau ke-13 pada tahun terhitung mulai 14 Februari 2018 sampai bulan September 2019 menggantikan Marsma TNI (Purn) Ir. Ruslan Effendy, M.Sc. Latar belakang pendidikan beliau adalah alumni S1 Teknik Sipil ITS Surabaya tahun 1988 dan S2 Magister Manajemen tahun 2012.
Penugasan OMP dan OMSP di Dalam dan Luar Negeri
Terhitung mulai tahun 2008, personel Teknik Umum mendapat kesempatan untuk bergabung dengan misi perdamaian PBB melalui tes dan seleksi di Mabes TNI. Hingga saat ini, setiap tahun Disfaskonau masih mengirimkan personel perwira pertama dan anggota Teknik Umum terbaik untuk bergabung dengan Kontingen Garuda di Kongo maupun Lebanon di bawah Pusat Misi Penjaga Perdamaian (PMPP) Mabes TNI.
Pada tahun 2014 dan 2015, personel Teknik Umum dilibatkan dalam kegiatan pelatihan bersama Air Force Engineer Officers Subject Matter Expert Exchange (SMEE) di Florida dan Guam, Amerika Serikat yang melibatkan beberapa negara. Sedangkan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), personel Korps Sus Teknik Umum setiap tahun dilibatkan dalam kegiatan Karya Bakti bidang fisik dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI Angkatan Udara, maupun terlibat langsung dalam kegiatan penanganan bencana alam seperti gempa Yogyakarta dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh akibat Tsunami tahun 2005-2008.
Pada tahun 2018 saat terjadi gempa Lombok, personel Satharlan di kirim ke pulau Lombok untuk melaksanakan penelitian landasan yang mengalami