Lompat ke isi

Halaman:Benteng Dirgantara Angkatan Udara.pdf/133

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

peninggalan pasukan Portugis dan Australia sudah bagus dan landasannya panjang bisa didarati pesawat tempur maupun pesawat angkut. Pembangunan perumahan Paskhas di Lanud Baucau yang dilakukan oleh personel Teknik Umum di era Janlanau, berbeda dengan perumahan pada umumnya, di mana proses pembuatannya sudah dirakit di Jakarta, tinggal dipasang (knock down) sehingga tidak memerlukan waktu lama dan tidak membutuhkan bahan bangunan lokal, semua sudah dipersiapkan dari Jakarta diangkut dengan pesawat C-130 Hercules. Sedangkan pembangunan mess Paskhas yang dilaksanakan oleh Lettu Sus Ir. Rudy M. Nur dengan mengarahkan tukang-tukang dari Jawa, termasuk juga melibatkan pasukan Paskhasau yang sedang berdinas di Lanud Baucau untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan mess.

PERAN DISFASKONAU PADA OMSP

Dalam pelaksanaan Operasi Tempur Pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai sasaran yang gelar, maka personel Teknik Umum dapat dilibatkan pada tahap pemulihan, di mana personel Teknik Umum bertugas melaksanakan rehabilitasi terhadap berbagai fasilitas dan sarana prasarana pangkalan udara dan wilayah sekitarnya yang mengalami kerusakan dan kehancuran akibat serangan aksi terorisme, konflik komunal, pemberontakan dan kekerasan bersenjata lainnya, dilanjutkan dengan kegiatan pemeliharaan terhadap berbagai fasilitas dan sarana prasarana pangkalan udara agar dapat beroperasi secara normal mendukung kegiatan operasional penerbangan di dalam negeri.

Operasi Penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS) Tahun 1950

Pelibatan personel Teknik Umum pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sudah dilaksanakan sejak awal pembentukan organisasi Djawatan Teknik Umum. Dukungan Operasi Tempur dalam rangka penumpasan RMS di Maluku adalah melaksanakan rehabilitasi landasan di pangkalan udara Namlea Ambon. Setelah pecah pemberontakan RMS di Maluku pada tanggal 24 April 1950, Mayor Udara AR Soehoed sebagai Kepala Djawatan Teknik Umum ditugaskan berangkat ke Namlea untuk mempersiapkan Pangkalan Udara Namlea yang masih penuh lubang agar dapat didarati pesawat pembom B-25. Pangkalan udara Namlea menjadi persinggahan bagi skadron pembom B-25 Mitchell dari basis di Kendari untuk menjalankan reconnaissance dan bombingsorties di atas kota Ambon.

BENTENG DIRGANTARA ANGKATAN UDARA 125