Lompat ke isi

Halaman:Benteng Dirgantara Angkatan Udara.pdf/130

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Sebelum kehadiran kekuatan alutsista AURI tersebut, beberapa tahun sebelumnya Teknik Umum AURI di bawah pimpinan Kepala Asisten Direktur Perawatan V (Lapangan/Bangunan/ Kebakaran) Mayor Tum DM. Sutama, sudah bergerak di lapangan untuk menyiapkan fasilitas penerbangan dan sarana prasarana pendukungnya, baik fasilitas penerbangan di skadron-skadron udara yang menjadi markas alutsista tersebut, maupun fasilitas-fasilitas penerbangan di pangkalan-pangkalan operasi terdepan dengan memperbaiki serta membuat beberapa landasan diperbatasan negara sebelah Timur kepulauan Maluku dengan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda.

Beberapa landasan udara, mulai dari Kendari, Gorontalo, Namlea, Morotai, Penfui dan Jailolo dilakukan perbaikan. Sedangkan landasan udara di Langgur, Doka Barat, Slaru, Liang dan Amahai merupakan landasan darat yang baru dibuat, di samping Ambon, Saumlaki, Dobo dan Kuripasai untuk pangkalan air. Perjuangan personel Teknik Umum membuka lapangan terbang, memperbaiki landasan yang rusak dan melakukan perawatan berkala terhadap landasan terbang yang sebagian besar masih lapangan rumput memang yang tidak akan tercatat dalam sejarah, namun itu semua merupakan darma bakti pendahulu Teknik Umum untuk mendukung keberhasilan Operasi Trikora.

Operasi Dwikora Tahun 1964

Pada masa operasi Dwikora tahun 1963-1965 dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia, dilaksanakan kegiatan operasi udara di daerah Sumatra, Riau, Kalbar, Kaltim dan daerah Semenanjung Malaysia. Puncak dari gerakan anti berdirinya Federasi Malaysia adalah pada saat diproklamasikannya Negara Kalimantan Utara pada tanggal 8 Desember 1962. Terbentuknya Negara Kalimantan Utara mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Soekarno sebagai Panglima Komando Tertinggi atas Pengganyangan Federasi Malaysia.

Dampak dari operasi Dwikora yang melibatkan pesawat-pesawat Bomber B-29, Mustang dan Helikopter di wilayah Kalimantan Utara adalah peningkatan status Detasemen Angkatan Udara Pontianak menjadi Lanud Sei/Sungai Durian (sekarang menjadi Lanud Supadio). Pelibatan personel Teknik Umum dalam mendukung pelaksanaan operasi Dwikora dilakukan melalui pembangunan landasan dan apron di lapangan terbang Sei/Sungai Durian untuk pelaksanaan operasi udara melawan Malaysia.

122 DINAS FASILITAS DAN KONSTRUKSI TNI AU