Lompat ke isi

Halaman:Beberapa fikiran dan pandangan.pdf/58

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

demokrasi-politik sadja, bukanpun demokrasi jang mengasih kekuasaan 100% pada Rakjat didalam urusan politik sadja, tetapi suatu demokrasi politik dan ekonomi jang mengasih 100% ketjakrawartian kepada Rakjat djelata didalam urusan politik dan urusan ekonomi. Demokrasi politik dan ekonomi inilah satu-satunja demokrasi jang boleh dituliskan diatas bendera partai-pelopor, dengan aksara-aksara api. agar supaja menjala-njala tertampak dari ladang dan sawah dan bingkil dan pabrik dimana Marhaen berkeluh-kesah mandi keringat mentjari sesuap nasi.

Dengan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi itu, maka nanti diseberang djembatan-emas masjarakat Indonesia bisa diatur oleh Rakjat sendiri sampai selamat, dibikin mendjadi suatu masjarakat jang tiada kapitalisme dan imperialisme. Dengan demokrasi politik dan ekonomi itu, maka nanti Marhaen bisa mendirikan staat Indonesia jang tulen staatnja Rakjat, suatu staat jang segala urusannja politik dan ekonomi adalah oleh Rakjat, dengan Rakjat, bagi Rakjat.

Inilah demokrasi sedjati jang kita tjita-tjitakan, dan jang disebutkan dengan nama baru socio-demokrasi, Inilah demokrasi tulen jang hanja bisa timbul dari nasionalisme Marhaen, dari nasionalisme jang didalam batinnja sudah mengandung kerakjatan-tulen, jang anti tiap-tiap kapitalisme dan imperialisme, walaupun dari bangsa sendiri, jang penuh dengan rasa-keadilan dan rasa-kemanusiaan, jang menolak tiap-tiap sifat kebordjuisan dan keningratan. Nasionaliame kerakjatan jang saja sebutkan pula dengan nama baru socio-nasio-

nalisme. Hanja socio-nasionalisme bisa melahirkan socio-demokrasi. Nasionalisme lain tidak bisa dan tidak akan melahirkan socio-demokrasi."..........

48