dunia Barat tidak dapat melaksanakan pemulihan keadaan-keadaan jang lama dan mengembalikan kapitalisme. Seperti Saudara lihat, antara Timur dan Barat terdapat suatu djurang jang lebar. Propaganda Barat selalu menjatakan, bahwa djurang itu bersifat ideologi, dengan maksud supaja mereka mentjapai maksudnja lebih mudah, jaitu memetjah dunia kedalam sektor anti-komunis dan komunis.
Akan tetapi, ada banjak negara jang berpegang pada azas bahwa penjelesaian soal-soal internasional harus ditjari dengan djalan damai, djangan dari segi politik kekuatan, karena jang demikian itu menjebabkan suatu perlombaan persendjataan dan mengantjam dunia dengan suatu perang baru. Jugoslavia termasuk negara-negara jang berpegang pada azas ini. Negara-negara tersebut memainkan peranan penting dalam meredakan ketegangan internasional, lagi pula dalam mentjegah tindakan-tindakan agresi lebih landjut dari pihak jang mentjoba mentjapai tudjuan mereka jang hanja berpusat pada kepentingan mereka sendiri dengan mempergunakan sendjata. Aksi jang dilakukan oleh negara-negara tersebut, spaja djalan damai dalam hubungan internasional dapat menang,
pertama-tama berlangsung didalam lingkungan Perserikatan Bangsa-bangsa. Dan harus kita tambahkan disini, bahwa aksi itu bukannja tidak berhasil, sebab azas-azas perdjuangan untuk perdamaian dan kerdjasama dengan damai makin lama bertambah mendapat dukungan moril daripada dunia pada umumnja.
21