Lompat ke isi

Halaman:Beberapa fikiran dan pandangan.pdf/30

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Mengenai negara-negara lain daripada Pakta Atlantik saja tidak mengatakan apa-apa disini, sebab pengaruh mereka didalam seluruh masaalah itu sedikit banjak bersifat sekunder, dan dalam keputusan mereka untuk ikut dalam Pakta Atlantik serta organisasi-organisasi blok lainnja, mereka lebih-lebih dipimpin oleh kepentingan-kepentingan dilapangan ekonomi dan lain-lain jang bersifat pribadi daripada oleh alasan-alasan pertahanan dan ideologi .

Perang Dunia II sangat mengubah kedudukan ekonomi dan politik daripada negara-negara Eropah Barat. Dengan sendirinja, hal ini sangat mempengaruhi pengelompokan negara-negara Eropah sesudah perang ; kebanjakan daripada negara-negara itu keluar dari Perang Dunia II dalam keadaan ekonomi jang sangat merana dan keadaan politik jang lemah. Karena keadaan demikian itu, arti negara-negara Eropah itu sekunder terhadap Amerika Serikat didalam proses perkembangan keadaan internasional sesudah perang. Mereka kehilangan peranan , jang mereka mainkan sebelum perang, dan segala ini meninggalkan suatu kesan, bahwa mereka bergantung pada Amerika Serikat sebagai negara Barat jang terkuat. Dengan sendirinja, jang demikian itu tertjermin pula dilapangan politik, dengan pembentukan hanja satu blok daripada negara-negara Barat, jang dikuasai oleh Amerika sebagai negara jang terkuat, tidak sadja dilapangan militer, tetapi djuga dilapangan ekonomi dan politik.

Sebaliknja negara kapitalis jang terkuat, Amerika, berhadapan dengan negara sosialis jang terkuat, Uni Sovjet, jang merupakan inti daripada kelompok negara-negara sosialis jang baru dibentuk demokrasi-demokrasi rakjat. Pemihakan ini djuga mudah diterangkan dengan alasan-alasan pertahanan, terutama djika diperhatikan bahwa sekarangpun - dimana perkembangan keadaan sudah sedemikian landjutnja ini — negara-negara Barat tidak dapat menerima kenjataan, bahwa sistim kapitalis telah dihantjurka dinegaranegara tersebut dan bahwa disana sedang dibangun suatu tata sosialis jang baru. Dunia Barat melakukan segala daja-upaja dengan djalan propaganda hebat jang tak ada hentinja dan dengan djalan untuk

mentjampuri soal-soal dalam negeri negara-negara tersebut menghalang-halangi perkembangan mereka jang normal, karena

20