Lompat ke isi

Halaman:Beberapa fikiran dan pandangan.pdf/28

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Sekarang sedang diadjukan lagi soal mengadakan pertemuan pada tingkat tertinggi, suatu pertemuan jang seharusnja diperluas hingga melingkupi pula beberapa negara jang tidak mendjadi anggota Pakta Atlantik ataupun Pakta Warsawa. Pandangan inilah jang kami adjukan pada malam Tahun Baru jang lalu. Pemerintah Sovjet mengusulkan suatu pertemuan pada tingkat tertinggi, dan menjatakan keinginannja supaja, selain pemimpin-pemimpin negara-nega- ra besar, beberapa negara diluar Pakta Atlantik dan Pakta Warsawa djuga ikut serta didalamnja. Sajang sekali kami harus menjatakan sekarang ini, bahwa negara-negara Barat menolak beberapa daripada usul Uni Sovjet jang konstruktif itu dengan berbagai alasan serta dengan usul-balasan jang tidak sangat mejakinkan. Memang kita tidak terlalu optimis terhadap hasil jang mungkin ditjapai pada konperensi tingkat tertinggi itu. Akan tetapi kami sungguh-sungguh merasa bahwa sesuatu persetudjuan, meskipun hanja mengenai satu soal sadja jang dewasa ini menjusahkan dan menjedihkan dunia seperti misalnja penghentian pertjobaan atom dan zat-air untuk maksud perang akan sangat besar artinja, sebab jang demikian itu tidak sadja akan membantu meredakan keadaan didunia, tetapi djuga memperluas kemungkinan untuk pembitjaraan-pembit jaraan lebih landjut mengenai perlutjutan sendjata serta untuk menjele saikan soal-soal internasional lainnja.

Apa jang dikatakan dimuka itu memperlihatkan bahwa Amerika dahulu dan sekarangpun memainkan peranan jang utama didalam politik negara-negara besar Barat sesudah perang. Tetapi perlu kiranja kami disini menjebut setjara ringkas politik Inggeris dan Perantjis. Kedua negara besar ini dahulu dan sekarangpun dalam keadaan jang djauh kurang beruntung daripada Amerika, terutama karena keadaan ekonomi jang sebagian besar disebabkan oleh kerusakan-kerusakan jang diderita oleh kedua negara tersebut selama perang, dan begitu pula karena beban soal-soal kolonial

Dimasa sesudah perang, susunan kekuasaan negara-negara kolonial sangat tergontjang dan mulai berantakan. Banjak sekali negara-negara, seperti misalnja India, Burma, Mesir, Siria, Sudan, Malaya,

Ghana, Maroko, Tunisia, Vietnam, Indonesia dan lain-lainnja, jang telah memperoleh kemerdekaan penuh atau sebagian. Karena sebab

18