hambat jang besar bagi penjelesaian daripada pertentangan-pertentangan internasional dewasa ini dan bagi kerdjasama serta hidup bersama jang damai antara negara-negara jang susunan kemasjarakatannja berlainan, tetapi djuga sangat menambah bahaja perang dunia jang sekarangpun selalu ada.
Inilah unsur-unsur pokok jang telah membawa keadaan internasional dewasa ini kedalam suatu djalan buntu, jang tidak memperlihatkan suatu djalan keluar, ketjuali djika beberapa pemimpin jang paling bertanggung-djawab diantara negara-negara besar jang dapat menentukan politik dewasa ini dan dikemudian hari merubah paham-paham mereka jang kolot tentang hubungan internasional itu setjara radikal, dengan kata lain: ketjuali djika mereka menjadari, bahwa banjak hal telah berubah didunia dewasa ini, dan bahwa perlu kita menjambut dengan realisme dan keberanian pentjiptaan hubungan internasional jang sedjadjar djalannja dengan tjita-tjita ummat manusia, dengan kepentingan-kepentingan jang sedjati daripada bangsa-bangsa mereka serta dengan tingkat perkembangan ekonomi, ilmu pengetahuan dan kebudajaan dewasaini.
Negara-negara besar Barat berusaha mempertahankan arah politikmereka dewasa ini dengan mengemukakan aspek-aspek tertentu dari pada politik luar negeri Uni Sovjet jang didjalankan semasa Stalin.
Suatu kenjataan sedjarah ialah bahwa Stalin salah seorang tokoh dalam pertemuan-pertemuan jang membitjarakan nasib bangsa merdeka jang lain-lain tanpa diketahui dan disetudjui oleh bangsa-bangsa tersebut. Konsepsi demikian itu berdasarkan azas-azas negara besar, dan bukan atas azas hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnja sendiri. Dimasa sesudah perang, beberapa negara besar tanpa timbang rasa melakukan segala sesuatu untuk dapat menguasai bangsa-bangsa lain dan dunia pada umumnja. Malang sekali, suatu tjontoh daripada politik luar negeri demikian itu ialah tekanan jang terus-menerus dilakukan oleh Stalin terhadap Jugoslavia. Jang mendjadi soal bukanlah masaalah-masaalah ideologi jang pokok, tetapi semata-mata keinginan untuk menaklukkan Jugoslavia kepada politik ala Stalin.
12