dapat diselesaikan dengan djalan kekerasan dan keunggulan sendjata, lagi pula bahwa tudjuan mereka hanja dapat tertjapai dengan tindakan jang demikian. Pandangan-pandangan itu mengakibatkan suatu perlombaan persendjataan jang tidak ada taranja, lagi pula menjebabkan digunakannja alat-alat baru guna pembasmian setjara besar-besaran, chususnja sendjata-sendjata atom dan zat-air. Ada ketjenderungan untuk menggunakan pendapatan-pendapatan jang terpenting daripada kepandaian manusia itu, tidak untuk memadju- kan kebahagiaan dan kemakmuran, tetapi untuk mendjerumuskan ummat manusia kedalam lembah bentjana jang terburuk, jang dapat dipikirkan oleh pikiran manusia.
Apakah inti daripada djalan perkembangan itu dalam hubungan internasional sedjak Perang Dunia II
Pertama-tama: dalam hal penjusunan kekuatan-kekuatan didunia sesudah perang dunia, terdapatlah bentrokan antara kepentingan-kepentingan jang bertentangan daripada negara-negara jang merupakan anggauta utama daripada persekutuan anti-Hitler. Kedua: usaha untuk mengurangi pertentangan-pertentangan antara kepen. tingan-kepentingan mereka dengan djalan persetudjuan pada konperensi-konperensi di Teheran, Yalta, Berlin dan ditempat-tempat lain, begitu pula usaha-usaha untuk menjelesaikan beberapa masaalah internasional lainnja jang menjangkut bangsa-bangsa lain, terutama bangsa jang dahulunja merdeka dan jang sekarang berhak untuk menentukan nasib mereka sendiri, merupakan kegagalan. Ketiga: sesudah perang, perbedaan-perbedaan jang ada diperuntjing pula oleh apa jang dinamakan perdjuangan melawan Komunisme, jangdewasa ini dilakukan oleh kalangan-kalangan reaksioner jang sangat kuatnja didalam negara-negara jang terkemuka didunia. Komunisme digambarkan sebagai momok, untuk menakut-nakutkan bukan sadja bangsa mereka sendiri, tetapi djuga bangsa-bangsa lain. Kata,,komunis" dipakai tidak sadja terhadap segala gerakan progresif, tetapi djuga terhadap bangsa-bangsa jang berichtiar mentjapai
kemerdekaannja. Paham „perang sutji" terhadap Komunisme merupakan suatu dasar ideologi untuk mentjapai pelbagai tudjuan imperialis, terutama untuk mentjapai pendjadjahan kolonial dalam bentuk-bentuk baru. Hal ini tidak sadja merupakan suatu peng.
11