Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/68

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

61

mau kaloear dari mesdjit, djangan biarkan dia poelang dengan hidoep, djangdji kapada itoe doea orang djikalau dia orang melakoekan dengan soenggoe hati itoe pakerdjaän, tantoelah akan di brikan pangkat bachi, tetapi djikalau angkau liat dia orang teledor atau memboeka ini rasia maka doea-doea hendaklah angkau soeroe boenoe mati sadja”.

Sasoedanja poetoes bitjara itoe, maka kapala barisan itoe dan Sadi masing- masing berangkatlah poelang.

Pada waktoe tatkala soeda sampe di tanggal 15 Ramadlan, ia itoe hari raja orang Toerki , maka Soeltan poen soeda bersedia akan pergi sombajang di misdjit raja, dimana ada tersimpan lima tanda mata jang soetji dari nabi Mohamad. Dalam waktoe itoe djoega, pada sorenja, Soeltan Abdoel Aziz toenggoe datangnja dia poenja mantri-mantri dan hakim-hakim jang misti menghantarkan padanja ka misdjit dengan berpake pakean kabesaran; maka Soeltan itoe jang berpake pedang Osman, ia itoe jang ganti makota radja pada tangsi Toerki, adalah doedoek didalam satoe kamar, dimana dia biasa tarima kadatangan mantri-mantrinja; dia itoe djoega adalah Radjaagama Islam, badannja gemoek dan tegap, oemoernja kira-kira ada ampat poeloe tahon, biasa djoega berpake pakean tjara orang Europa begitoe djoega wazir-wazirnja, ia itoe badjoe rok, tjelana itam dan