53
ada berdiri satoe anak dara jang bersoesa hati ia itoe nona REZIA, jang kita orang soeda beladjar kenal. Itoe roema ada roemanja ALMANSOR, bapanja REZIA jang orang sangkakan soeda mati ; maka REZIA itoe soesa hati akan pergi sombabjang pada koeboeran bapanja, sebab dia tiada tau apa bapanja mati di darat apa di laut.
Boekan sadja SADI Soeda menanggoeng tjinta kapada REZIA lepas itoe malam jang dia orang bertemoe satoe sama laen, tetapi REZIA djoega soeda berasa tjinta kapada SADI, maka sebab itoe sekarang dibelakang tingkap (djandela) , di mana dia ada lagi berdiri, dia bitjara dalam dirinja sendiri : ,,akoe soeda di toeloengi oleh itoe lalaki tadi malam maka akoe rasa saijang dan tjinta kapadanja, tetapi apatah dia
djoega ada tjinta kapadakoe ? akoe ingin bertemoe lagi satoe kali dengan dia.”
Pada tenga malam sedang REZIA mau pergi tidoer maka datanglah sa orang jang berpake pakean roepa seitan , naek tembok jang tinggi dan toeroen kadalam roema parampoean-parampoean di mana REZIA djoega ada, dia ketok pintoe kamarnja REZIA, dan REZIA poen bangoen dengan katakoetan, tetapi tiada mau boeka pintoe.
Orang itoe ketok lagi satoe kali lebi kras sahingga REZIA boeka tingkap ( djandela) akan meliat siapa