Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/52

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

45

itoe djaga-djaga akan laloe dari sitoe dan soeroe Sadi masoek kadalam astana; terlebi lagi barangkali toean poetri soeda mengintip dari lobang tinkap (djandela), maka itoelah dia lekas soeroe hambanja jang siang hari malam berdjaga di hadepan pintoe pergi lepaskan Sadi dari tangan-tangannja djaga djaga itoe.

Demikianlah dia oang lantas oendoer samoea.

„Ikoetlah padakoe Kaikdschi!” berkata sahaja jang itam itoe kapada Sadi Sambil adjak padanja berdjalan dari sarambi astana itoe masoek teroes kadalam satoe djalanan gelap sampe pada satoe tangga batoe.

Maka orang Griek, pendjaga bilik atau kamar toean poetri, soeda tiada kaliatan lagi dimana adanja; tetapi Sadi tiada ingat kapada itoe orang Griek, sebab hatinja ada terpoekoel-poekoel oleh memikir tjara bagimana dia haroes bitjara pada toean poetri; karna segala kaindahan dia soeda dapat meliat didalam itoe astana jang membawa pikiran dalam hatinja, bahoewa bagimana enak dan senang adanja orang jang hidoep kaja jang boleh mendapat segala pengharapannja.

Itoe tangga batoe ada tertoetoep dengan permadani jang berharga tingi dan sekalian pintoe kamar dihiaskan dengan kaen klamboe soetra idjo.

Maka dalam satoe lengkoengan amas adalah berajoen-ajoen satoe boeroeng kakatoea jang boeloenja beroepa-roepa warna dan pada tembok-tembok ada .